Mengapa Wanita Meneteskan Air Mata?

wanita-menangis
Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya, "Mengapa Ibu menangis?"

"Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti."

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa Ibu suka
menangis tanpa alasan?"

"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi
seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.”

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.”

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.”

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.”

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu: kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok
yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya. tempat dimana cinta itu ada.”

Mengganti Tombol Star di Windows 7

Pada tutorial sebelumnya, saya sudah membahas tentang cara Mengganti Logon Screen dengan Foto Sendiri. Kali ini saya akan kembali berbagi pengetahuan dengan sobat blogger. Judul tutorialnya adalah cara Mengganti Tombol Star di Windows 7 dengan Windows 7 Start Button Changer.

Langkah-langkahnya cukup singkat:
  1. Yang pertama Anda lakukan sudah pasti adalah mendownload Windows 7 Start Button Changer. Sudah pasti itu!!!
  2. Silahkan Extrack terlebih dahulu, dan klik ganda Windows 7 Start Button Changer v 2.0.jaririndu.blogspot.com.exe. Tampilannya seperti gambar di bawah ini.
  3. Klik Select & Change Star Button (Lihat nomor 1 pada gambar).
  4. Pilih tombol star di dalam folder SAMPEL yang sudah saya tersedia. Di sana ada 10 macam pilihan.
  5. Close kalau sudah dan selesai. Untuk kembali ke defaultnya, Klik Restore Original Explorer Backup (Klik nomor 2).

KLIK GAMBAR UNTUK DOWNLOAD W7 STAR BUTTON CHANGE

W7star_button_change_jaririndu.blogspot.com.rar


Tutorial untuk mengganti Tombol Star dengan Foto Anda sendiri, akan saya posting selanjutnya.

Sekian dan semoga bermanfaat!!!
Langkah-Langkah Dasar dalam Menulis

Langkah-Langkah Dasar dalam Menulis

Menulis merupakan suatu proses kreatif. Sebagai suatu proses kreatif, menulis harus mengalami suatu proses yang secara sadar dilalui dan secara sadar pula dilihat hubungan satu dengan yang lain, sehingga berakhir pada suatu tujuan yang jelas. Sebagai suatu proses, menulis terdiri atas berbagai tahap sebagai berikut.

a. Tahap Prapenulisan
Tahap ini merupakan tahap perencanaan atau persiapan menulis dan mencakup beberapa langkah kegiatan antaranya:
1) Pemilihan dan Penetapan Topik
Memilih dan menetapkan topik suatu langkah awal yang penting, sebab tidak ada tulisan tanpa ada sesuatu yang hendak ditulis. Masalah pertama yang dihadapi penulis untuk merumuskan tema sebuah karangan adalah topik atau pokok pembicaraan (Keraf, 1993: 126). Dalam memilih dan menempatkan topik ini diperlukan adanya keterampilan atau pengetahuan atau kesungguhan.

Topik tulisan adalah masalah atau gagasan yang hendak disampaikan di dalam tulisan. Masalah atau gagasan itu dapat diperoleh atau digali melalui empat sumber, yaitu : (1) pengalaman, (2) pengamatan, (3) imajinasi, dan (4) pendapat dan keyakinan (Semi, 1990:134).

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalaam memilih topik adalah: (a) topik itu ada manfaatnya dan layak dibahas, (b) topik itu cukup menarik utamanya bagi penulis, (c) topik itu dikenal baik, (d) bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai, (e) topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit (Akhadiah, 1998:86).

Setiap penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya harus cukup sempit dan terbatas, atau sangat khusus untuk digarap. Dengan pembatasan itu, penulis akan lebih mudah memilih hal-hal yang akan dikembangkan (Keraf, 1993:129).

2) Menentukan Tujuan Penulisan dan Bentuk Karangan
Tujuan penulisan diartikan sebagai pola yang mengendalikan tulisan secara menyeluruh (Akhadiah, 1998:89). Dengan menentukan tujuan penulisan, diketahui apa yang ingin dilakukan pada tahap penulisan, bahkan apa yang diperlukan, luas lingkup bahasan, pengorganisasian, dan mungkin juga sudut pandang yang digunakan. Secara eksplisit, tujuan penulisan dapat dinyatakan cara tesis atau dengan menyatakan maksud.

3) Bahan Penulisan
Bahan penulisan ialah semua informasi atau data yang digunakan untuk mencapai tujuan penulisan. Bahan tersebut mungkin berupa rincian, sejarah kasus, contoh, penjelasan, definisi, fakta, hubungan sebab-akibat, hasil pengujian hipotesis, angka-angka, diagram, gambar, dan sebagainya (Akhadiah, 1998:90).

Bahan-bahan dapat diperoleh dari berbagai sumber, dua sumber utama ialah pengalaman dan inferensi dari pengalaman. Pengalaman ialah keseluruhan pengetahuan yang diperoleh melalui pancaindra, inferensi ialah kesimpulan atau nilai-nilai yang ditarik dari pengalaman. Inferensi itu kemudian menjadi bagian dari pengalaman dan mungkin juga dijadikan sumber inferensi baru.Bahan yang diperoleh dari pengalaman didapatkan melalui pengalaman langsung atau melalui bacaan

4) Menyusun Kerangka Karangan
Sebuah karangan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus diperinci dan dikembangkan. Karangan menjamin suatu penyusunan yang logis dan teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasan utama dari gagasan tambahan.

Kerangka karangan dapat berbentuk catatan sederhana, tetapi dapat juga berbentuk mendetail dan digarap dengan sangat cermat. Secara singkat Keraf (1993:132) mendefinisikan kerangka karangan sebagai suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap.

b. Tahap Penulisan
Pada tahap ini dibahas setiap butir yang ada di dalam karangan yang disusun. Ini berarti digunakan bahan-bahan yang sudah diklasifikasikan menurut keperluan sendiri. Kadang pada tahap ini, disadari bahwa masih diperlukan bahan lain.
1) Isi Karangan
Bagian isi karangan merupakan inti dari karangan itu sendiri. Keraf (1993:134) membagi isi karangan yakni pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan.

2) Kosakta atau Pilihan Kata
Achmadi (1990:34) mendefinisikan pilihan kata adalah seleksi kata-kata untuk mengespresikan ide atau gagasan atau perasaan. Dengan memilih kata persyaratan pokok yang harus diperlukan yaitu ketepatan dan kesesuaian.

Persyaratan ketepatan menyangkut makna, aspek logika kata-kata; kata-kata yang dipilih harus secara tepat mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan. Persyaratan kesesuaian menyangkut kecocokan antara kata-kata yang dipakai dengan kesempatan/situasi dan keadaan pembaca. Jadi, menyangkut aspek sosial kata-kata.

3) Kalimat Efektif
Kalimat yang mengandung gagasan haruslah yang memenuhi syarat gramatikal. Memerlukan persyaratan efektiviats artinya, kalimat itu harus memenuhi sasaran, mampu menimbulkan pengaruh, meninggalkan pesan, atau menerbitkan selera pembaca.

4) Paragraf
Akhadiah (1998:33) memberikan batasan paragraf tersusun dari beberapa buah kalimat, yang berhubungan satu dengan yang lain sehingga merupakan kesatuan utuh untuk menyampaikan suatu maksud.

Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan ke dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama, atau kalimat topik, kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk sebuah karangan.

c. Tahap Revisi
Tahap ini merupakan tahap yang paling akhir dalam penulisan. Jika bahan seluruh tulisan sudah selesai, tulisan tersebut perlu dibaca kemabali. Hasil bacaan perlu diperbaiki, dikurangi, atau mungkin juga diperluas.

Pada tahap ini, biasanya yang diteliti secara menyeluruh mengenai logika, sistematika, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kalimat, paragraf, pengetikan, daftar pustaka, dan sebagainya.
Tujuan dan Kegunaan Menulis

Tujuan dan Kegunaan Menulis

Mengetahui tujuan menulis sangat penting, karena menulis merupakan pekerjaan yang memerlukan waktu dan pemikiran dan bukan suatu permainan atau rekreasi. Sebagai suatu pekerjaan, harus dilakukan dengan dorongan yang kuat. Dorongan yang kuat muncul karena adanya tujuan yang jelas. Keraf (1993: 34) mengemukakan bahwa tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan fakta-fakta, perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembaca.

Secara umum Semi (1990:19) membagi tujuan menulis sebagai berikut:
  1. Memberikan arahan, yakni memberikan petunjuk kepada orang lain dalam mengerjakan sesuatu, misalnya petunjuk cara menggunakan mesin, merangkai bunga, dan sebagainya.
  2. Menjelaskan sesuatu, yakni memberikan uraian atau penjelasan tentang suatu hal yang harus diketahui orang lain, misalnya menjelaskan mengenai manfaat lari bagi kesehatan jantung.
  3. Menceritakan kejadian, yakni memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu, misalnya menceritakan tentang perjuangan Sultan Hasanuddin.
  4. Meringkaskan, yakni membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat, misalnya dari 150 halaman menjadi 10 halaman, maupun ide pokoknya tidak hilang.
  5. Meyakinkan, yakni tulisan berusaha meyakinkan orang lain agar setuju atau sependapat dengannya. Barangkali tujuan menulis yang paling umum digunakan adalah tujuan meyakinkan ini.

Menulis adalah alat yang sangat ampuh dalam belajart yang dengan sendirinya memainkan peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dilihat dari sudut pandang tersebut, Fachruddin (1994:3) mengemukakan kegunaan menulis secara rinci sebagai berikut.
  1. Menulis monolog menemukan kembali apa yang pernah diketahui. Menulis mengenai suatu topik merangsang pemikiran pembaca mengenai topik tersebut dan membantu kita membangkitkan pengetahuan dan pengalaman yang tersimpan dalam bawah sadar.
  2. Menulis menghasilkan ide-ide baru. Tindakan menulis merangsang pikiran untuk mencari pertalian, dan menarik persamaan (analogi) yang tidak akan pernah terjadi seandainya tidak dimulai menulis.
  3. Menulis membantu mengorganisasikan pikiran dan menempatkannya dalam suatu bentuk yang berdiri sendiri, hanya karena menulis.
  4. Menulis menjadikan pikiran sesorang siap untuk dilihat dan dievaluasi; dapat dibuat jarak dengan ide sendiri dan dilihatnya lebih objektif pada waktu ditulis.
  5. Menulis membatu diserap dan dikuasai informasi baru, akan dipahami banyak lebih baik dengan disampaikan lebih lama jika ditulis hal itu.
  6. Menulis membantu menyelesaikan masalah dengan memperjelas unsur-unsurnya dan menempatkannya dalam suatu konteks visual sehingga dapat diuji.
  7. Menulis tentang suatu topik menjadikan seorang pelajar aktif.
Bentuk-Bentuk Menulis

Bentuk-Bentuk Menulis

Secara umum tulisan dapat dikembangkan dalam empat bentuk atau jenis. Keempat bentuk tersebut dapat dilihat pada uraian berikut ini.

a. Narasi
Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu (Semi, 1990:128).

Narasi memerlukan atau berdasarkan konflik. Suatu konflik antara gagasan dengan kenyataan atau keadaan yang ada dalam lingkungan kehidupan saat peristiwa itu terjadi. Peristiwa tersebut, mungkin pernah terjadi, tetapi sudah dibumbui atau ditambah-tambah (fiktif), dan mungkin pula hasil khayalan (imajinasi) penulis saja.

b. Ekposisi
Ekposisi adalah tulisan yang bertujuan menjelaskan aatau memberikan informasi tentang sesuatu. Sebagai sebuah tulisan yang bermaksud memberikan penjelasan informasi, maka eksposisi dapat menggunakan susunan atau organisasi ide dalam bentuk susunan kronologis, ruang atau logis. Jadi, jenis tulisan ini mengutamakan fakta apa adanya. Tulisan seperti ini menitikberatkan pada apa, siapa, di mana, dan kapan suatu keadaan atau peristiwa yang dilukiskan. Sebagai ekposisi yang baik yang bertujuan memberikan tambahan pengertian dan pengetahuan mestilah memiliki syarat akurat, jelas, dan singkat.

c. Deskripsi
Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan perincian tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada sensitivitas dan imajinasi pembaca atau pendengar bagaikan ikit melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami langsung objek tersebut (Fachruddin 1994:98). Medan (1998:153) menambahkan bahwa fakta-fakta yang ada bukan sebagai pendukung uraian tapi berupa urain itu sendiri. Bahasanya berupa bahasa laporan, tidak dimasuki unsure subjektif dan gayanya pun bersifat informatif.

Untuk menghasilkan tulisan deskriptif yang baik, penilis harus memahami secara rinci yang berkenaan dengan objek tulisan, sehingga dapat disajikan dengan hasilnya bagai potret kenyataannya yang sebenarnya. Nafian (1997:81) menambahkan bahwa membuat karangan deskripsi membutuhkan keterlibatan emosi (perasaan) pengarangnya. Biasanya tulisan deskripsi ini menyangkut penyampaian informasi tentang suatu keadaan, suatu benda (seperti alam, binatang, tumbuhan), atau tentang manusia. Dengan demikian, karya deskriptif ini bersifat memaparkan suatu benda, alam, atau manusia sebagaimana adanya. Dan bila unsure-unsurnya banyak berkecenderungan untuk disampaikan secara rinci pula.

d. Argumentasi
Argumentasi adalah tulisan yang bertujuan meyakinkan atau membujuk pembaca tentang kebenaran pendapat atau pernyataan penulis. Meyakinkan orang lain adalah dengan jalan memberi pembuktian, alas an, serta ulasan secara objektif dan meyakinkan. Penulis dalam hal ini dapat mengatakan atau mengajukan argumentasi dengan (1) contoh-contoh, (2) alanogi, dan (3) sebab-akibat, atau dengan pola deduktif induktif.

Menurut Nafiah (1997:101) karangan argumentasi atau persuasi ini yang paling sukar bila dibandingkan dengan jenis karangan lain, sebab pengarang mengemukakan argumentasi (alas an), bukti, atau contoh yang dapat meyakinkan sehingga pembaca terpengaruh dan membenarkan gagasan, pendapat, sikap, dan keyakinannya. Lebih dari itu, pembaca akan bertindak sesuai dengan apa yang dimaksud oleh pengarang.
Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa merupakan komponen terpenting dalam kelanjutan hidup manusia. Manusia tidak akan melanjutkan hidup ini dengan baik dan teratur tanpa ada bahasa. Bisa dikatakan bahwa bahasa sebagai bagian dari kebutuhan primer, sebagai pengatur, bahkan bahasa sebagai senjata yang paling ampuh untuk membentengi diri dari sesuatu.

Segala aktifitas yang akan kita lakukan diatas muka bumi ini harus diawali dengan bahasa. Diera globalisasi saat ini seiring dengan lajunya perkembangan teknologi dan infomasi sangat mempengaruhi penggunaan bahasa sebagai media berkomunikasi, ada dua sisi yang mempengaruhi sistem komunikasi dibalik kecanggihan teknologi informasi yang juga bagian dari media komunikasi yang pertama adalah pengaruh positif dimana media teknologi informasi sangat memperlancar hubungan komunikasi antar sesama. Disisi yang lain majunya perkembangan teknologi informasi dalam tanda kutip sangat mencendrai kaida atau tata cara bahasa terutama bahasa kita yang tercinta ini Bahasa Indonesia.

B. Rumusan Masalah
Malasah yang nantinya akan dibahas dalam makalah ini adalah berkaitan dengan fungsi bahasa sebagaimana secara umum kita ketahui bahwa fungsi bahasa dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: bahasa sebagai alat ekspresi diri, bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa sebagai alat kontrol sosial, bahasa sebagai alat adaptasi dan integrasi diri. Kami akan membahas salah satu dari keempat fungsi bahasa yaitu bahasa sebagai alat komunikasi.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Sebelum kita melangkah lebih jauh, apa itu bahasa sebagai alat kounikasi? Bahasa adalah pikiran, perasaan, diwujudkan melalui ucapan yang diucapkan alat ucap manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup berkelompok dan membentuk lingkungan pergaulan yang tentunya mereka tinggal di dalamnya, bekerja dan mencari kebutuhan hidup. Dari sinilah bahasa itu berfungsi sebagai alat komunikasi.

Ada hal terpenting yang harus kita ketahui tentang bahasa, yaitu mengenai dengan variasi bahasa. Ada empat variasi bahasa yang perlu diketahui, yaitu:
  • Variasi bahasa yang pertama kita lihat berdasarkan penuturnya adalah variasi bahasa yang disebut idiolek yaitu variasi bahasa yang bersifat perseorangan membuat konsep idiolek, setiap orang mempunyai variasi bahasanya atau idioleknya masing-masing. Variasi ini berkenaan dengan warna suara, pilihan kata gaya bahasa, dan suasana kalimat. Tetapi yang paling dominan adalah mengenai dengan warnai suara, sehingga jika cukup akrab dengan seseorang hanya dengan mendengarkan cuaranya tanpa harus melihat orangnya.
  • Variasi kedua berdasarkan penuturnya adalah disebut dialek yaitu variasi bahasa dari kelompok penutur yang jumlahnya relatif berada pada suatu tempat atau wilayah tertentu, karena dialek ini berdasarkan atau tempat tinggal penuturnya maka dialek ini lazim disebut dialek daerah regional atau dialek geografis. Para penutur dalam suatu dialek. Meskipun mereka mempunyai idioleknya masing-masing namun memiliki kesamaan diri yang menandai bahwa mereka berada pada suatu dialek yang berada dengan kelompok yang berada.
  • Variasi bahasa yang ketiga berdasarkan penuturnya disebut kronoleg atau dialek yakni variasi yang digunakan oleh kelompok sosial pada masa tertentu bentuk variasi bahasa yang digunakan sangat berbeda, baik dari segi lafal, ejaan morfologi, maupun sintaksis dan yang paling nampak adalah biasanya dari segi leksikon.
  • Variasi bahasa yang keempat, berdasarkan penuturnya disebut sosiolek atau dialek sosial, yaitu variasi bahasa yang berkenaan dengan status, golongan, dan kelas sosial para penuturnya. Dalam sosio linguistik biasanya variasi inilah yang banyak dibicarakan karena variasi ini menyangkut semua masalah pribadi pada penuturnya seperti usia, pendidikan, pekerjaan tingkat kebangsawan, tingkat sosial ekonomi.

B. Hakikat Komunikasi
Salah satu fungfi bahasa seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya adalah sebagai alat komunikasi. Tentunya timnul pertanyaan apakah sebenarnya fungsi itu? Dalam webster S New Collegiate Dictionary (1981:228), dikatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi antara individual melalui simbol, tanda atau tingkah laku yang umum. Kalau disimak batasan di atas, maka kita dapatkan tiga komponen yang harus ada dalam proses komunikasi, yaitu:
  • Pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan yang lain disebut partisipan.
  • Informasi yang dikomunikasikan.
  • Alat yang digunakan dalamkomunikasi itu pihak yang terlibat dalam suatu proses komunikasi tentunya ada dua orang atau lebih yaitu pertama yang mengirim (sender) informasi, kedua adalah (receiver) informasi. Informasi yang disampaikan tentunya berupa suatu ide, gagasan, keterangan ataupun pesan. Sedangkan alat yang digunakan dapat berupa simbol atau lambang seperti bahasa, berupa tanda-tanda seperti rambu-rambu lalulintas, gambar atau petunjuk dan dapat juga berupa gerak-gerik anggota badan (kinestik).

Komunikasi adalah bagian dari dimensi sosial yang khusus membahas pola interaksi antar manusia dengan menggunakan ide atau gagasan lewat lambang atau bunyi ujaran. Hakikat sistem komunikasi menurut analogi dari person adalah suatu pola hubungan yang saling melengkapi antara sistem dalam sistem komunikasi. Sistem komunikasi juga tidak akan berjalan dengan baik manakala tidak menggunakan media tertentu. Sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita, dan memungkinkan kita dapat bekerja sama antar sesamaanggota masyarakat.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya kita tidak bisa lepas dari komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Rukun atau tidaknya, baik atau buruknya sebuah kehidupan bertetangga sangat ditentukan oleh sistem komunikasi yang bangun. Sering terjadi disekelilingi kita perang mulut (perkelahian), acuh tak acuh antar sesama. Hal ini terwujud disebabkan karena komunikasi yang tidak baik, bahasa-bahasa hasutan dan sebagainya.

Islam sebagai agama yang cinta perdamaian, tidak menginginkan hal ini terjadi, islam menganjurkan kepada sesama pemeluknya untuk selalu menjaga hubungan baik, menyambung terus tali persaudaraan dan seilaturahmi dengan cara membangun sistem komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik dapat terwujud apabila bahasa yang digunakan adalah bahasa yang baik, benar, bisa dimengerti, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.


BAB III
PENUITUP

A. Kesimpulan

Sekelumit penjelasan dari makalah kami ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu:
  • Komunikasi bisa berlangsung apabila terdapat unsur atau komponen yang mendukung berlangsungnya proses komunikasi yaitu pihak yang bekomunikasi, informasi atau pesan yang dikomunikasikan, dan alat yang dihunakan untuk dikomunikasikan.
  • Komunikasi bisa berlangsung dengan baik tergantung media yang digunakan terutama bahasa adalah media yang baik dapat dimengerti dan tidak menyinggung orang lain.

B. Saran
Kami menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaannya disebabkan karena keterbatasan poengetahuan kami, untuk itu saran, masukan dan kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk dijadikan pedoman dalam rangka perbaikan dan kesempurnaan makalah ini dan mungkin untuk pembuatan tugas sejenis dimasa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA
Chaer Abdul dan Agustina Leonie. 2004. Sosio Linguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Nurudin. 2004. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mengganti Logon Screen dengan Foto Sendiri

Tutorial kali ini saya ingin berbagi ilmu tentang cara mengganti Logon Screen pada Windows 7. Untuk menggantinya, kita hanya memerlukan software kecil dan tidak perlu diinstal. Namanya Tweaks Logon yang berukuran hanya 190Kb. Silahkan download langsung dan ubah background Welcome dengan foto Anda sendiri atau gambar yang Anda sukai.

Caranya begini:
  1. Silahkan download dulu softwarenya!
  2. Filenya berbentuk RAR, jadi Extrack dulu. Klik ganda Tweaks_Logon_jaririndu.blogspot.com.exe. Tampilan defaultnya kan seperti ini:


  3. Klik Change Logon Screen (Nomor 1), lalu pilih gambar/foto Anda yang ingin dipasang sebagai Logon Screen.
  4. Setelah itu klik OK dan OK.
  5. Selesai.

Untuk melihat langsung hasilnya, klik Test (Nomor 2). Kalau ingin mengembalikan ke Defaultnya, klik saja Revert Default Logon Screen (Nomor 3).

KLIK GAMBAR UNTUK DOWNLOAD TWEAKS LOGON

Tweaks_Logon_jaririndu.blogspot.com.rar


Untuk mengganti Boot Screen pada Windows XP dengan Gambar Sendiri sudah saya posting sebelumnya di blog saya yang dulu. Klik di sini untuk melihatnya!

Semoga bermanfaat!!!

Sekilas Tentang Sutan Takdir Alisjahbana (STA)

sutan takdir alisjahbana
Sutan Takdir Alisjahbana, (11 Februari 1908 – 17 Juli 1994), adalah salah seorang sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).Diberi nama Takdir karena jari tangannya hanya ada 4.

Pernah menjadi redaktur Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933), kemudian mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru(1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), dan Konfrontasi (1954-1962). Pernah menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), dan guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968).

Sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia, SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) pernah menjadi anggota parlemen (1945-1949), anggota Komite Nasional Indonesia, dan anggota Konstituante (1950-1960). Selain itu, ia menjadi anggota Societe de linguitique de Paris (sejak 1951), anggota Commite of Directors of the International Federation of Philosophical Sociaties (1954-1959), anggota Board of Directors of the Study Mankind, AS (sejak 1968), anggota World Futures Studies Federation, Roma (sejak 1974), dan anggota kehormatan Koninklijk Institute voor Taal, Land en Volkenkunde, Belanda (sejak 1976). Dia juga pernah menjadi Rektor Universitas Nasional, Jakarta, Ketua Akademi Jakarta (1970-1994), dan pemimpin umum majalah Ilmu dan Budaya (1979-1994), dan Direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali (-1994).

Sutan Takdir Alisyahbana adalah motor dan pejuang gerakan pujangga Baru. Dia dilahirkan di Natal, Tapanuli Selatan, puda tanggal 11I Pebruari 1908. Buku roman pertamanya adalah Tak putus Dirundung Malang yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, tempat dia bekerja. Mula-mula Sutan Takdir Alisyahbana bersekolah di HD Bangkahulu, kemudian melanjutkan ke Kweekschool di Muara Enim, dan HBS di Bandung. Setelah itu, ia melanjutkan ke perguruan tinggi, yaitu RHS ( Recht HogeSchool) di Jakarta. Pada tahun 1942 Sutan Takdir Alisyahbana mendapat gelar Meester in de rechten (Sarjana Hukum).

Selain itu, Takdir mengikuii titiatrtentang ilmu bahasa umum, kebudayaan Asia, dan filsafat. Peranan Sutan Takdir Alisyahbana dalam bidang sastra, budaya, dan bahasa sangat besar. Ia telah menulis beberapa judul buku yang berhubungan dengan ketiga bidang tersebut. Kiprahnya di dunia sastra dimulai dengan tulisannya Tak Putus Dirundung Malang (1929). Disusul dengan karyanya yang lain, yaitu Diam Tak Kunjung padam (1932), Layar Terkembang 1936, Anak Perawan di Sarang Penyamun (1941l), Grotta Azzura (1970), Tebaran Mega, Kalah dan Menang (1978), Puisi Lama (1941), dan puisi Baru (1946). Karyanya yang lain yang bukan berupa karya sastra ialah Tata bahasa Bahasa Indonesia (1936), Pembimbing ke Filsafat (1946), Dari perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (1957), dan Revolusi Masyarikat "dan Kebudayaan di indonesia (1966).

Salah satu karyanya yang mendapat sorotan masyarakat dan para peminat sastra yaitu Layar Terkembang. Novel ini telah mengalami cetak ulang beberapa kali. Selain itu, Layar Terkembang merupakan cerminan cita-citanya. Dalam novel ini Takdir merenuangkan gagasannya dalam memajukan masyarakat, terutama gagasan memajukan peranan kaum wanita. cita-cita Takdir digambarkannya melalui tokoh Tuti sebagai wanita Indonesia yang berpikiran maju yang aktif dalam pergerakan wanita. Layar Terkembang merupakan puncak karya sastra Pujangga Baru.

Masa Kecil
Ibunya seorang Minangkabau yang telah turun temurun menetap di Natal, Sumatera Utara. Ayahnya, Raden Alisyahbana gelar Sutan Arbi, ialah seorang guru. Selain itu, dia juga menjalani pekerjaan sebagai penjahit, pengacara tradisional (pokrol bambu), dan ahli reparasi jam. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pemain sepak bola yang handal. Kakek SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) dari garis ayah, Sutan Mohamad Zahab, dikenal sebagai seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas. Di atas makamnya tertumpuk buku-buku yang sering disaksikan terbuang begitu saja oleh SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) ketika dia masih kecil. Kabarnya, ketika kecil SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) bukan seorang kutu buku, dan lebih senang bermain-main di luar. Setelah lulus dari sekolah dasar pada waktu itu, SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) pergi ke Bandung, dan seringkali menempuh perjalanan tujuh hari tujuh malam dari Jawa ke Sumatera setiap kali dia mendapat liburan. Pengalaman ini bisa terlihat dari cara dia menuliskan karakter Yusuf di dalam salah satu bukunya yang paling terkenal: Layar Terkembang.

Keterlibatan dengan Balai Pustaka
Setelah lulus dari Hogere Kweekschool di Bandung, SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) melanjutkan ke Hoofdacte Cursus di Jakarta (Batavia), yang merupakan sumber kualifikasi tertinggi bagi guru di Hindia Belanda pada saat itu. Di Jakarta, SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) melihat iklan lowongan pekerjaan untuk Balai Pustaka, yang merupakan biro penerbitan pemerintah administrasi Belanda. Dia diterima setelah melamar, dan di dalam biro itulah SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) bertemu dengan banyak intelektual-intelektual Hindia Belanda pada saat itu, baik intelektual pribumi maupun yang berasal dari Belanda. Salah satunya ialah rekan intelektualnya yang terdekat, Armijn Pane.

Sutan Takdir Alisjahbana dan Perkembangan Bahasa Indonesia
Dalam kedudukannya sebagai penulis ahli dan kemudian ketua Komisi Bahasa selama pendudukan Jepang,Takdir melakukan modernisasi bahasa Indonesia sehingga dapat menjadi bahasa nasional yang menjadi pemersatu bangsa. Ia yang pertama kali menulis Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936) dipandang dari segi Indonesia, buku mana masih dipakai sampai sekarang,serta Kamus Istilah yang berisi istilah- istilah baru yang dibutuhkan oleh negara baru yang ingin mengejar modernisasi dalam berbagai bidang. Setelah Kantor Bahasa tutup pada akhir Perang Dunia kedua, ia tetap memengaruhi perkembangan bahasa Indonesia melalui majalah Pembina Bahasa yang diterbitkan dan dipimpinnya. Sebelum kemerdekaan, Takdir adalah pencetus Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo. Pada tahun 1970 Takdir menjadi Ketua Gerakan Pembina Bahasa Indonesia dan inisiator Konferensi Pertama Bahasa- Bahasa Asia tentang "The Modernization of The Languages in Asia (29 September-1 Oktober 1967). Direktur Cenfer for Malay Studies Universitas Malaya tahun 1060-1968

Karya-karyanya
Sebagai penulis
  • Tak Putus Dirundung Malang (novel, 1929)
  • Dian Tak Kunjung Padam (novel, 1932)
  • Tebaran Mega (kumpulan sajak, 1935)
  • Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)
  • Layar Terkembang (novel, 1936)
  • Anak Perawan di Sarang Penyamun (novel, 1940)
  • Puisi Lama (bunga rampai, 1941)
  • Puisi Baru (bunga rampai, 1946)
  • Pelangi (bunga rampai, 1946)
  • Pembimbing ke Filsafat (1946)
  • Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (1957)
  • The Indonesian language and literature (1962)
  • Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia (1966)
  • Kebangkitan Puisi Baru Indonesia (kumpulan esai, 1969)
  • Grotta Azzura (novel tiga jilid, 1970 & 1971)
  • Values as integrating vorces in personality, society and culture (1974)
  • The failure of modern linguistics (1976)
  • Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan (kumpulan esai, 1977)
  • Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern (kumpulan esai, 1977)
  • Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai (1977)
  • Lagu Pemacu Ombak (kumpulan sajak, 1978)
  • Amir Hamzah Penyair Besar antara Dua Zaman dan Uraian Nyanyian Sunyi (1978)
  • Kalah dan Menang (novel, 1978)
  • Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab (1982)
  • Kelakuan Manusia di Tengah-Tengah Alam SemeSutan Takdir Alisjahbana (STA) (1982)
  • Sociocultural creativity in the converging and restructuring process of the emerging world (1983)
  • Kebangkitan: Suatu Drama Mitos tentang Bangkitnya Dunia Baru (drama bersajak, 1984)
  • Perempuan di Persimpangan Zaman (kumpulan sajak, 1985)
  • Seni dan Sastra di Tengah-Tengah Pergolakan Masyarakat dan Kebudayaan (1985)
  • Sajak-Sajak dan Renungan (1987).

Sebagai editor
  • Kreativitas (kumpulan esai, 1984)
  • Dasar-Dasar Kritis SemeSutan Takdir Alisjahbana (STA) dan Tanggung Jawab Kita (kumpulan esai, 1984).

Sebagai penerjemah
  • Nelayan di Laut Utara (karya Pierre Loti, 1944)
  • Nikudan Korban Manusia (karya Tadayoshi Sakurai; terjemahan bersama Soebadio Sastrosatomo, 1944)

Buku tentang Sutan Takdir Alisyahbana
  • Muhammmad Fauzi, S. Takdir Alisjahbana & Perjuangan Kebudayaan Indonesia 1908-1994 (1999)
  • S. Abdul Karim Mashad Sang Pujangga, 70 Tahun Polemik Kebudayaan, Menyongsong Satu Abad S. Takdir Alisjahbana (2006)

Penghargaan
  • Tahun 1970 SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) menerima Satyalencana Kebudayaan dari Pemerintah RI.
  • SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA (STA) adalah pelopor dan tokoh sastrawan "Pujangga Baru".
  • Doktor Kehormatan dari School For Oriental And African Studies London 2 Mei 1990
  • DR.HC dari Universitas Indonesia
  • DR.HC dari Universitas Sains Malaysia

Sampai akhirnya hayatnya, ia belum mewujudkan cita-cita terbesarnya, menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar kawasan di Asia Tenggara. Ia kecewa, bahasa Indonesia semakin surut perkembangannya. Padahal, bahasa itu pernah menggetarkan dunia linguistik saat dijadikan bahasa persatuan untuk penduduk di 13.000 pulau di Nusantara. Ia kecewa, bangsa Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Filipina, dan Indonesia yang menjadi penutur bahasa melayu gagal mengantarkan bahasa itu kembali menjadi bahasa pengantara kawasan.

Keluarga (Isteri dan Anak-anak):
Dari perkawinan pertama dalam tahun 1929 dengan Raden Ajeng Rohani Daha, meninggal di Jakarta pada tahun 1935.
1. Samiati
2. Iskandar
3. Sofyan

Dari perkawinan kedua dalam tahun 1941 dengan Raden Roro Sugiarti, yang meninggal di Los Angeles, Amerika, pada tahun 1952.
1. Mirta
2. Sri Artaria

Dari perkawinan ketiga dalam tahun 1953 dengan Dr. Margret Axer di Bonn, Jerman Barat.
1. Tamalia
2. Marita
3. Marga
4. Mario

"San Carlo Honda Gresini" Marco Simoncelli Meninggal

Sebuah kabar buruk menyelimuti ajang MotoGP Malaysia yang berlangsung di sirkuit Sepang, hari minggu kemarin. Pebalap tim Gresini Honda, Marco Simoncelli, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan yang cukup hebat.

Tabrakan yang melibatkan AS Colin Edwards, Italia Valentino Rossi. Kabar tersebut berasal dari Breakingnews.com sesaat setelah balapan dihentikan. Seperti yang kita ketahui, simoncelli terlibat kecelakaan keras dengan Colin Edward dan Valentino Rossi Minggu Petang Waktu Malaysia.

Dalam tayangan ulang terlihat ketika Simoncelli bertarung melawan Alvaro Bautista di tikungan untuk memperebutkan posisi empat di lap kedua, pebalap dari tim Gresini Honda ini kehilangan kontrol motornya saat di tikungan dan akhirnya menabrak Edwards dan Rossi.

Sewaktu terjadinya insiden tersebut, Simoncelli yang terjatuh terlihat tergeletak pingsan di lintasan balap. Selain itu, helm yang dipergunakan oleh Simoncelli tampak terlepas dari kepalanya sehingga membuat balapan harus dihentikan.


Sementara Edwards yang juga terlibat dalam insiden tersebut juga dikabarkan menderita cedera bahu, sedangkan Rossi tidak menderita cedera dan mampu untuk melanjutkan balapan.

Penyelenggara balapan akhirnya secara resmi memutuskan untuk membatalkan balapan MotoGP Malaysia setelah mendapat keterangan dari tim medis yang menyatakan bahwa meskipun Simoncelli sempat sadar, tapi kini kondisinya semakin kritis akibat insiden tersebut.

Meskipun sudah mendapatkan penanganan medis, Simoncelli, pebalap berusia 24 tahun ini, akhirnya tidak bisa bertahan dan meninggal dunia karena luka parah di bagian kepala, leher dan dada..
Valentino Rossi yang diwawancarai memberi penghormatan pada Marco Simoncelli. Baginya, Simoncelli sudah seperti adiknya sendiri.

Rossi yang saat itu berada di dekat Edwards juga terlibat dalam insiden tersebut. Tapi The Doctor tak sampai terjatuh karena bisa mengendalikan tunggangannya meski harus keluar jauh dari lintasan.

Pagi tadi waktu Malaysia, Rossi membuat pernyataan terkait kematian Super Sic di akun Twitter-nya. Ia menganggap Simoncelli seperti adiknya.

"Bagiku Sic seperti adik. Sangat kuat di trek dan sangat manis di kehidupan normal. Aku akan sangat merindukannya."

Berikut adalah video-video saat kecelakaan Simoncelly.










Di bawah ini adalah foto-foto saat kecelakaan:





Sumber Video: http://otomotif.sportku.com/berita/otomotif/sport/motogp

Sekilas Tentang WS Rendra

Rendra (Willibrordus Surendra Bawana Rendra) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, kemudian ia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok, pada bulan Oktober 1985. Semenjak masa kuliah ia sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.

Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya.

Biodata:
ws-rendra
Nama Lengkap: Willibrordus Surendra Broto Rendra.
Lahir: Solo, 7 Nopember 1935.
Agama: Islam.
Istri: Ken Zuraida.

Pendidikan:
 SMA St. Josef, Solo
 Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
 American Academy of Dramatical Art, New York, USA (1967)

Karya-Karya
Drama:
 Orang-orang di Tikungan Jalan
 SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor
 Oedipus Rex
 Kasidah Barzanji
 Perang Troya tidak Akan Meletus
 Dll

Sajak/Puisi:
 Jangan Takut Ibu
 Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
 Empat Kumpulan Sajak
 Rick dari Corona
 Potret Pembangunan Dalam Puisi
 Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta
 Pesan Pencopet kepada Pacarnya
 Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)
 Perjuangan Suku Naga
 Blues untuk Bonnie
 Pamphleten van een Dichter
 State of Emergency
 Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
 Mencari Bapak
 Rumpun Alang-alang
 Surat Cinta
 Dll

Kegiatan lain: Anggota Persilatan PGB Bangau Putih

Penghargaan:
 Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1957)\
 Anugerah Seni dari Departemen P & K (1969)
 Hadiah Seni dari Akademi Jakarta (1975)

Kalau Anda ingin download puisi-puisi W.S. Rendra dalam bentuk ebook, silahkan klik di sini!

Ubah Tampilan Facebook yang Baru

Beberapa hari yang lalu, salah seorang teman langsung kaget melihat tampilan FB-nya yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, saya mencoba mencari tahu ada apa dengan tampilan Facebooknya sehingga menjadi seperti itu. Awalnya, saya mengira kalau itu terjadi karena Stylis pada browser di komputer saya. Saya mencoba membuka akun Facebook saya di komputer yang sama dan tampilan Facebook milik saya tidak berubah. Tiga hari setelah itu, saya menemukan sebuah artikel yang juga mengalami hal yang sama (tampilan Facebook yang baru). Menurutnya, penyebabnya adalah Facebook Timeline. Dengan mengaktifkan fitur tersebut, kita akan mempunyai tampilan Facebook yang menurut saya sangat cantik.

Keunikan tampilan baru Facebook ini adalah kita bisa menggunakan salah satu foto kita sebagai sampul bagian atas profil Anda (Anda bisa lihat gambar paling bawah). Setiap aktivitas terbaru dari semua teman Anda bisa dilihat langsung di bagian kanan atas dari daftar teman Anda yang Online. Ini akan memudahkan untuk menyukai, mengomentari, dan membaca status dan pemberitahuan.

Nah, kalau ada yang berminat mencobanya, silahkan aktifkan Facebook Timeline Anda dengan mengikuti langkah berikut:
  1. Silahkan buka https://developers.facebook.com/apps.
  2. Buat Aplikasi baru dan isi tab yang terbuka (App Display Name dan App Namespace) sesuai keinginan Anda.
  3. Beri tanda centang pada I agree to the Platform Privacy Policy. Klik Lanjutkan. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah.

  4. Pastikan Anda berada dalam halaman pengaturan utama aplikasi baru Anda. Anda harus melihat nama aplikasi Anda di bagian atas halaman untuk memastikannya.
  5. Klik Open Graph.
  6. Silahkan test aplikasi Anda dengan mengisi kolom kosong seperti yg ada pada gambar di bawah.

  7. Klik Mulai. Anda akan dibawa ke halaman seperti di bawah ini.

  8. Silahkan scroll ke bawah dan klik Save Changes and Next.
  9. Kembali ke halaman facebook Anda. Di sana akan terlihat info seperti gambar di bawah.

  10. Klik Gunakan Sekarang. Ikuti langkah-langkah selanjutnya lalu klik Publish.
  11. Selesai dan lihat tampilan baru Facebook Anda. Terlihat seperti di bawah ini. Cantik kan???



Untuk melihat artikel dalam bahasa Inggris, silahkan menuju ke
http://techcrunch.com/2011/09/22/how-to-enable-facebook-timeline/