Definisi Karangan

Definisi Karangan

  1. Sifat karangan ilmu pengetahuan

    a. Karangan Ilmiah

    Yang dimaksud karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Dalam bidang pengetahuan baik yang tingkat rendah maupun tinggi, terdapat banyak variasi, namun variasi-variasi itu tidak dapat diklasifikasikan. Karangan ilmiah itu semua ditulis berdasarkan fakta umum, dan dapat dibuktikan benar tidaknya. Karangan ilmiah itu selalu ditulis dalam bahasa kongkret, gaya bahasa formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar dan salahnya.

    b. Karangan non-ilmiah

    Yang dimaksud karangan non ilmiah ialah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karangan non ilmiah itu pun bervariasi bahan topiknya dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung oleh fakta umum. Bahasanya bisa konkrit atau abstrak, gaya bahasanya bisa formal dan teknis atau formal dan popular.

    Karangan non-ilmiah itu ditulis berdasarkan fakta pribadi, yaitu fakta yang ada pada diri seorang, misalnya fakta yang disimpulkan dari data hasil kuesioner atau data hasil dari wawancara, dan sebagainya. Fakta-fakta itu sifatnya subyektif, berupa sesuatu yang dipikirkan responden atau penyimpul data. Oleh karena itu karangan pengetahuan yang ditulis berdasar kuesioner atau hasil tes lainnya adalah karangan yang bersifat non-ilmiah, walaupun subyeknya ilmu pengetahuan dan metode pengumpulan data direncanakan secara ilmiah.
  2. Bentuk Karangan

    Berdasarkan pada subyeknya atau topik pembicaraannya karya tulis itu dapat berbentuk buku tentang sesuatu ilmu yang juga disebut buku ilmu pengetahuan, atau sebagai makalah (artikel) dan diterbitkan dalam berkala (journal), atau sebagai naskah untuk seminar, atau sebagai laporan, atau sebagai tesis, disertasi dan skripsi.

    Semua karangan, terutama buku ilmu pengetahuan, selain dapat dibagi ke dalam bentuk berdasar pada subyeknya, ialah barang apa yang jidi pokok pembicaraan, dapat pula dibagi ke dalam bentuk berdasar cara-cara penuturannya. Jika karangan itu dibagi ke dalam bentuk berdasarkan cara-cara penuturanya, maka karangan terutama buku dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

    a. Karangan asli

    Karangan asli dapat ditulis dengan bahasa ibu atau bahasa lain berdasar fakta yang telah diuji kebenarannya. Cara penuturannya dan gaya bahasanya mencerminkan jiwa dan kepribadian penulisnya. Gagasan atau pendapat-pendapatnya adalah asli, atau sebagian kecil saja diperoleh atau diambil dari acuan. Karangan asli itu tidak ada duanya, dalam hal bentuk dan cara penuturannya, baik sebagian atau keseluruhannya. Jadi karangan asli baik cara penuturan dan gaya bahasanya mencerminkan kepribadian dan jiwa penulisnya, gagasan-gagasan asli, dan tiada duanya baik bentuk maupun cara penuturannya.

    b. Saduran

    Menyadur adalah mengubah suatu karangan dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain atau dalam bahasa yang sama. Saduran ini berbeda dari terjemahan. Dalam karangan saduran jelas nampak cara penuturan yang berbeda, bentuk berbeda, gagasan-gagasan sama, kejelasan makna tergantung kemampuan penyadur. Saduran itu berbeda dari karangan aslinya.

    c. Alih Bahasa (terjemahan)

    Sebuah karangan dapat berbentuk suatu alih bahasa, yaitu alih bahasa dari bahasa satu ke dalam bahasa lain. Mengalih bahasakan atau sering disebut menerjemahkan secara langsung, yaitu menurut arti kata demi kata, atau yang sering dikatakan, menerjemahkan kulit atau menerjemahkan bentuk kata, Contoh : “pergi dengan angin” yang mestinya “Hilang tanpa berbekas”. Menerjemahkan secara bebas yaitu tidak terikat pada kata demi kata, tetapi makna atau isi umumnya dialihkan ke bahasa lain dengan cara penuturan bebas

    • Terjemahan kulit, terjemahan kata demi kata, sifatnya dekat dengan aslinya, tetapi maknanya menjadi samara-samar, bentuk buku sama.
    • Terjemahan isi, Penuturan berbeda, bentuk dan gagasan sama, sifatnya dekat dengan aslinya, makna jelas.
    • Terjemahan bebas, makna dialihkan, penuturan berbeda, bentuk dan gagasan-gagasan sama, sifatnya agak jauh dari aslinya, makna jelas, kadang-kadang ada pendapat yang berbeda dari aslinya.

Biografi Sapardi Djoko Damono

sapardi djoko damono
Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta, 20 Maret 1940; umur 70 tahun) adalah seorang pujangga Indonesia terkemuka. Ia dikenal dari berbagai puisi-puisi yang menggunakan kata-kata sederhana, sehingga beberapa di antaranya sangat populer.

Riwayat hidup
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta (lulus SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1955 dan SMA Negeri 2 Surakarta tahun 1958). Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam".

Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima Penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar. Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.

Karya-karya
Sajak-sajak Sapardi Djoko Damono, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Ia tidak saja menulis puisi, namun juga cerita pendek. Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.

Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya Sapardi Djoko Damono.

Berikut adalah karya-karya Sapardi Djoko Damono (berupa kumpulan puisi), serta beberapa esei.

Kumpulan Puisi/Prosa
1. "Duka-Mu Abadi", Bandung (1969)
2. "Lelaki Tua dan Laut" (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
3. "Mata Pisau" (1974)
4. "Sepilihan Sajak George Seferis" (1975; terjemahan karya George Seferis)
5. "Puisi Klasik Cina" (1976; terjemahan)
6. "Lirik Klasik Parsi" (1977; terjemahan)
7. "Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak" (1982, Pustaka Jaya)
8. "Perahu Kertas" (1983)
9. "Sihir Hujan" (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
10. "Water Color Poems" (1986; translated by J.H. McGlynn)
11. "Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (1988; translated by J.H. McGlynn)
12. "Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
13. "Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia" (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
14. "Hujan Bulan Juni" (1994)
15. "Black Magic Rain" (translated by Harry G Aveling)
16. "Arloji" (1998)
17. "Ayat-ayat Api" (2000)
18. "Pengarang Telah Mati" (2001; kumpulan cerpen)
19. "Mata Jendela" (2002)
20. "Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro?" (2002)
21. "Membunuh Orang Gila" (2003; kumpulan cerpen)
22. "Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an - 1910an)" (2005; salah seorang penyusun)
23. "Mantra Orang Jawa" (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
24. "Before Dawn: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (2005; translated by J.H. McGlynn)
25. "Kolam" (2009; kumpulan puisi)

Selain menerjemahkan beberapa karya Kahlil Gibran dan Jalaluddin Rumi ke dalam bahasa Indonesia, Sapardi juga menulis ulang beberapa teks klasik, seperti Babad Tanah Jawa dan manuskrip I La Galigo.

Musikalisasi Puisi
Musikalisasi puisi karya SDD dimulai pada tahun 1987 ketika beberapa mahasiswanya membantu program Pusat Bahasa, membuat musikalisasi puisi karya beberapa penyair Indonesia, dalam upaya mengapresiasikan sastra kepada siswa SLTA. Saat itulah tercipta musikalisasi Aku Ingin oleh Ags. Arya Dipayana dan Hujan Bulan Juni oleh H. Umar Muslim. Kelak, Aku Ingin diaransemen ulang oleh Dwiki Dharmawan dan menjadi bagian dari "Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti" (1991), dibawakan oleh Ratna Octaviani.

Beberapa tahun kemudian lahirlah album "Hujan Bulan Juni" (1990) yang seluruhnya merupakan musikalisasi dari sajak-sajak Sapardi Djoko Damono. Duet Reda Gaudiamo dan Ari Malibu merupakan salah satu dari sejumlah penyanyi lain, yang adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Album "Hujan Dalam Komposisi" menyusul dirilis pada tahun 1996 dari komunitas yang sama.

Sebagai tindak lanjut atas banyaknya permintaan, album "Gadis Kecil" (2006) diprakarsai oleh duet Dua Ibu, yang terdiri dari Reda Gaudiamo dan Tatyana dirilis, dilanjutkan oleh album "Becoming Dew" (2007) dari duet Reda dan Ari Malibu.

Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata "Ars Amatoria" yang berisi interpretasinya atas puisi-puisi SDD serta karya beberapa penyair lain.

Buku
 "Sastra Lisan Indonesia" (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.
 "Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan"
 "Dimensi Mistik dalam Islam" (1986), terjemahan karya Annemarie Schimmel "Mystical Dimension of Islam", salah seorang penulis.

Pustaka Firdaus
 "Jejak Realisme dalam Sastra Indonesia" (2004), salah seorang penulis.
 "Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas" (1978).
 "Politik ideologi dan sastra hibrida" (1999).
 "Pegangan Penelitian Sastra Bandingan" (2005).
 "Babad Tanah Jawi" (2005; penyunting bersama Sonya Sondakh, terjemahan bahasa Indonesia dari versi bahasa Jawa karya Yasadipura, Balai Pustaka 1939).
Download Makalah Lengkap

Download Makalah Lengkap

Di bawah ini ada beberapa makalah-makalah yang bisa Anda download secara gratis.
  • MAKALAH JURNALISTIK download DI SINI.
  • MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA download DI SINI.
  • MAKALAH HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DENGAN PENGETAHUAN download DI SINI.
  • MAKALAH FUNGSI JUJUR download DI SINI.
  • MAKALAH FILSAFAT DAN PENGETAHUAN download DI SINI.
  • MAKALAH UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN TEKNIK SKEMA download DI SINI.
  • MAKALAH TEORI MENULIS (MENULIS LAPORAN PERJALANAN) download DI SINI.
  • MAKALAH ANALISIS DRAMA MALAM JAHANAM KARYA MOTINGGO BOESJE download DI SINI.
  • MAKALAH BELAJAR MENULIS PERMULAAN MELALUI METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK PADA KELAS SATU SEKOLAH DASAR download DI SINI.
  • MAKALAH KEMAMPUAN MENULIS NARASI DENGAN MODELLING download DI SINI.
  • MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN download DI SINI.
  • MAKALAH MENULIS PERMULAAN METODE SAS (STRUKTRAL ANALISIS SINTAKSIS) download DI SINI.
  • MAKALAH MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL download DI SINI.
  • MAKALAH SEJARAH PEMERINTAHAN download DI SINI.
  • MAKALAH TENTANG MALAIKAT download DI SINI.
  • MAKALAH MANUSIA ADALAH MAKHLUK OTONOMI download DI SINI.
  • MAKALAH ADMINISTRASI SEBAGAI SENI download DI SINI.
  • MAKALAH ADMINISTRASI DALAM PERSPEKTIF DALAM FILSAFAT download DI SINI.
  • MAKALAH PERANGKAT KERAS KOMPUTER (HARDWARE) DAN PERANGKAT LUNAK KOMPUTER (SOFTWARE) download DI SINI.
  • MAKALAH TEKTONIK LEMPENG download DI SINI.
  • MAKALAH REAKSI NUKLIR download DI SINI.

Biografi Soetardji Calzoum Bachri

sutardji calzoum bachri
Presiden Penyair Indonesia

Pria kelahiran 24 Juni 1941 ini digelari 'presiden penyair Indonesia'. Menurut para seniman di Riau, kemampuan Soetardji laksana rajawali di langit, paus di laut yang bergelombang, kucing yang mencabik-cabik dalam dunia sastra Indonesia yang sempat membeku dan membisu setelah Chairil Anwar pergi.

Dia telah meraih sejumlah pengharaan atas karya-karya sastranya. Antara lain Hadiah Sastra ASEAN (1979), Hadiah Seni (1993), Anugerah Sastra Chairil Anwar (1998), serta Anugerah Akademi Jakarta (2007). Dia memiliki gaya tersendiri saat membacakan puisinya, kadang kala jumpalitan di atas panggung, bahkan sambil tiduran dan tengkurap.

Penyair kondang lulusan FISIP Unpad jurusan Administrasi Negara, ini pada ulang tahun ke-67 Sutardji Calzoum Bachri, Selasa (24/6/2008) malam, yang diperingati di Pekanbaru, Riau,
mendapat apresiasi dan kejutan.

Kejutan pertama dari rekan-rekannya di Dewan Kesenian Riau berupa penerbitan kumpulan puisi Atau Ngit Cari Agar dan buku ...Dan, Menghidu Pucuk Mawar Hujan yang berisi kumpulan tulisan mengupas perjalanan sastranya. Atau Ngit Cari Agar adalah kumpulan puisi yang dia buat dalam kurun 1970-an hingga 2000-an. Puisi-puisi itu tak ada dalam buku kumpulan puisinya, Amuk (1977) dan Amuk Kapak (1981). Kejutan tak terduga kedua ialah dari seorang pencinta seni Riau yang tak disebutkan namanya berupa uang Rp 100 juta.

Soetardji tentu berterimakasih atas apresiasi itu, walau dia terlihat biasa saja saat menerima hadiah Rp 100 juta itu. "Sehebat-hebat karya sastra yang dihasilkan seniman tak berarti jika tidak mendapat apresiasi masyarakat," ujarnya berterimakasih. Menurutnya, dia termasuk beruntung karena mendapat apresiasi.

Ketua Dewan Kesenian Riau Eddy Akhmad RM, mengatakan, pihaknya menabalkan Juni sebagai bulan Sutardji. Penabalan ini tak bermaksud mengultuskan Sutardji. Ini, katanya, pengakuan seniman Riau terhadap kemampuannya menjadi rajawali di langit, menjadi paus di laut yang bergelombang, menjadi kucing yang mencabik-cabik dalam dunia sastra Indonesia yang sempat membeku dan membisu setelah Chairil Anwar pergi.

Pendidikan: FISIP Unpad jurusan AdministrasiNegara

Profesi: Redaktur, Penyair

Karya Tulis:
 (1973),
 Amuk (1977),
 Amuk (1979),
 Amuk Kapak (1981)
 Hujan Menulis Ayam

(Kumpulan Cerpen, 2001)
 Isyarat (Kumpulan Esai)

Penghargaan:
 Kumpulan sajak Amuk (1977), memenangkan hadiah puisi DKJ 1976/ 1977
 Hadiah Sastra ASEAN (1979),
 Hadiah Seni (1993),
 Anugerah Sastra Chairil Anwar dan dianggap sebagai pelopor angkatan 70-an (1998)
 Anugerah Akademi Jakarta (2007)
Jenis-Jenis Menulis

Jenis-Jenis Menulis

Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu. Klasifikasi keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan pembagian produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangan narasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satu persatu.

1. Eksposisi

Eksposisi biasa juga disebut pemaparan, yakni salah satu bentuk karangan yang berusaha menerangkan, menguraikan atau menganalisis suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan seseorang. Penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah secara analisis dan terperinci memberikan interpretasi terhadap fakta yang dikemukakan. Dalam tulisan eksposisi, teramat dipentingkan informasi yang akurat dan lengkap. Eksposisi merupakan tulisan yang sering digunakan untuk menyampaikan uraian ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis, desertasi, atau artikel pada surat kabar atau majalah.

Jika hendak menulis bagaimana peraturan bermain sepak bola, cara kerja pesawat, bagaimana membuat tempe, misalnya, maka jenis tulisan eksposisi sangat tepat untuk digunakan. Ekposisi berusaha menjelaskan atau menerangkan.

Parera (1993 : 5) mengemukakan bahwa “Seorang pengarang eksposisi akan mengatakan, Saya akan menceritakan kepada kalian semua kejadian dan peristiwa ini dan menjelaskan agar Anda dapat memahaminya.”

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa untuk menulis karangan eksposisi maka, penulis harus memiliki pengetahuan memadai tentang objek yang akan digarapnya. Untuk itu, maka seorang penulis harus memperluas pengetahuan dengan berbagai cara seperti membaca referensi yang berkaitan dengan masalah yang dikaji melakukan penelitian, misalnya wawancara, merekam pembicaraan orang, mengedarkan angket, melakukan pengamatan terhadap objek dan sebagainya.

Dikembangkan lagi dengan beberapa pikiran penjelas. Pikiran penjelas tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa rincian yang diperlukan. Untuk menghasilkan tulisan ekposisi yang baik maka pikiran utama dan pikiran penjelas harus diorganisir dalam bentuk kerangka karangan yang pada umumnya dibagi dalam tiga bagian yaitu, bagian pembuka (pendahuluan) bagian pengembangan (isi), dan bagian penutup yang merupakan penegasan ide. Untuk karangan yang bersifat kompleks, harus diuraikan dalam bentuk sub-bagian yang lebih rinci. Dalam karangan seperti itu. Dapat disusun dalam bentuk bab dan diperinci lagi menjadi sub-sub bab.

Contoh tulisan Eksposisi:
Bertahun-tahun aku mengeluti usaha ini dengan sabar. Sebagai pengusaha kecil yang bermodal kecil. Aku menghadapi berbagai macam tantangan. Persaingan dengan pengusaha-pengusaha lain yang bermodal besar yang sering berjalan tidak sehat hampir-hampir membuat aku putus asa. Tetapi aku telah bertekad tidak akan mundurdalam berusaha. Sedikit demi sedikit perusahaanku memperoleh kemajuan. Salah satu prinsip dalam kemajuan dalam memajukan perausahaanku adalah ” melayani konsumen” aku harus dapat melayani mereka sabaik-baiknya. Mutu produksi selalu kujaga benar. Harga tetap aku kuusahakan agar tidak melebihi harga produksi serupadari perusahaan lain. Sekarang, alhamdulillah perusahaanku sudah masuk dalam kelompok usaha menengah, aku tidak mengalami kesulitan modal lagi. Pemasaran hasil produksi bisa lancar. Tantangan – tantangan bukanlah tidak ada. Selama perususahaan masih berjalan, selama itu pula tantangan perusahaan pasti ada. Tantangan itu bisa muncul dari dalam perusahaan itu sendiri, maupun dari luar. Tetapi aku yakin, kalau dalam perusahaan menjadi seperti sekarang ini, tentu dalam masa sekarang ini aku akan dapat menghadapi tantangan-tantangan itu dengan baik. Bagiku tantangan itu merupakan hak yang menarik untuk diselesaikan, bukan sesuatu yang mesti aku takuti. Aku yakin kita berusaha dengan sungguh-sungguh dengan jalan yang benar, tentu Tuhan akan membukakan pintu keberhasilan bagi kita.

2. Deskripsi

Deskrisi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata suatu benda, tempat, suasana atau keadaan. Seorang penulis deskripsi mengharapkan pembacanya, melalui tulisannya, dapat ‘ melihat’ apa yang dilihatnya, dapat ‘mendengar’ apa yang didengarnya, ‘merasakan’ apa yang dirasakanya, serta sampai kepada ‘kesimpulan’ yang sama dengannnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa deskripsi merupakan hasil dari obesrvasi melalui panca indera, yang disampaikan dengan kata-kata (Marahimin. 1993.46)

Contoh Deskripsi:
Kuamati penampilanku sendiri pada cermin besar itu. Tampak di seberang kaca, seorang pemuda berwajah kasar.,sepasang mata menyala-nyala, bergairah, tapi dalam lingkungan roman muka yang ... ya, siapa pun tidak perlu berkhayal terlalu jauh untuk mampu menemukan persamaannya dengan moncong seekor anjing Buldog. Tidak itu saja, tubuh yang kukuh kekar, pendek berotot, lengan dengan bisep bak paha pemain sepak bola, dada bidang menambah-nambah imajinasi orang yang melihatnya, bahwa aku ini tak ubahnya seperti seekor anjing Buldog saja.

3. Narasi (kisahan)

Narasi atau kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Paragraf narasi itu dimaksudkan untuk memberi tahu pembaca atau pendengar tentang apa yang telah diketahui atau apa yang dialami oleh penulisnya. Narasi lebih menekankan pada dimensi waktu dan adanya konflik (Pusat Bahasa. 2003.46).

Contoh:
Sore itu kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memakirkan mobil. Kemudian, kami memasuki gang kecil. Beberapa waktu kemudian, kami sampai di sebuah rumah yangh sederhana seperti rumah-rumah di sekitarnya. Rumah-rumah itu tanpak tidak semewah rumah-rumah gedung yang terletak di pinggir jalan. Pintu rumah yang sederhana itu terbuka pelan. Seorang gadis berlari dan memelukku. Gadis itu tiba-tiba pinsan dan terkulai lemas dalam pelukanku (Pusat Bahasa .2003. 47).


4. Argumentasi

Argumentasi merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan pendapat penulis meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar amenerima pendapanya. Argumentasi berusaha meyakinkan pembaca. Cara menyakinkan pembaca itu dapat dilakukan dengan jalan menyajikan data, bukti, atau hasil-hasil penalaran (Pusat Bahasa. 2001. 45).

Contoh:
Kedisiplinan lalu lintas masayarakat di Jakarta cenderung menurun. Hal ini terbukti pada bertambahnaya jumlah pelanggarannya yang tercatat di kepolisian. Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan pun juga semakin meningkat. Oleh karena itu, kesadaran mesyarakat tentang kedisplinan berlalu lintas perlu ditingkatkan (Pusat Bahasa. 2003. 45).

5. Persuasi

Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya-ajuk, ataupun berdaya himbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti himbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis. Dengan kata lain, persuasi berurusan dengan masalah mempengaruhi orang lain lewat bahasa.
Pembelajaran Sastra

Pembelajaran Sastra

A. Pengertian Sastra

Kata sastra pada awalnya sebenarnya adalah kesusastraan, akan tetapi orang lebih suka menggunakan istilah sastra. Kata kesusastraan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu susastra dengan memperoleh iombuhan ke-an. Kata su berarti baik atau indah, dan kata sastra berarti tulisan atau karangan. Jadi, kesusastraan adalah semua tulisan atau karangan yang indah dan baik, semua tulisan atau karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.

B. Fungsi Sastra

Fungsi sastra bagi hidup dan kehidupan manusia adalah:
  1. Fungsi reaktif, yaitu fungsi atau manfaat memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur.
  2. Fungsi didaktif, yaitu fungsi atau manfaat mengarahkan dan mendidik pembaca karena mengandung nilai-nilai moral.
  3. Fungsi estetika, yaitu fungsi atau manfaat yang dapat memberikan keindahan bagi pembaca karena bahasanya yang indah.
  4. Fungsi moralitas, yaitu fungsi atau manfaat yang dapat membedakan moral yang baik dan tidak baik bagi pembacanya karena sastra yang baik selalu mengandung nilai-nilai moral yang tinggi.
  5. Fungsi religiusitas, yaitu fungsi atau manfaat yang mengandung ajaran-ajaran agama yang harus diteladani oleh pembaca.

C. Pelaksanaan Pembelajaran Sastra

Sastra tidak bisa dikelompokkan ke dalam aspek ketrampilan berbahasa karena bukan merupakan bidang yang sejenis. Walaupun demikian, pembelajaran sastra dilaksanakan secara terintegrasi dengan pembelajaran bahasa baik dengan ketrampilan menulis, membaca, menyimak, maupun berbicara. Dalam praktiknya, pengajaran sastra berupa pengembangan kemampuan menulis sastra, membaca sastra, menyimak sastra, dan berbicara sastra.

Berdasarkan hal di atas, pembelajaran sastra mencakup hal-hal berikut:
  1. Menulis sastra: menulis puisi, menulis cerpen, menulis novel, menulis drama.
  2. Membaca sastra: membaca karya sastra dan memahami maknanya, baik terhadap karya sastra yang berbentuk puisi, prosa, maupun naskah drama.
  3. Menyimak sastra: mendengarkan dan merefleksikan pembacaan puisi, dongeng, cerpen, novel, pementasan drama.
  4. Berbicara sastra: berbalas pantun, deklamasi, mendongeng, bermain peran berdasarkan naskah, menceritakan kembali isi karya sastra, menanggapi secara lisan pementasan karya sastra.

E. Sasaran Pembelajaran Sastra

1. Pembelajaran menulis sastra

Penulisan sastra membutuhkan penghayatan terhadap pengalaman yang ingin diekspresikan, penguasaan teknik penulisan sastra, dan memiliki wawasan yang luas mengenai estetika. Tujuan pembelajaran menulis sastra adalah:
  • agar siswa menguasai teori penulisan sastra yang berkaitan dengan unsur-unsur dan kaidah-kaidah dalam penulisan sastra, teknik penulisan sastra, dan estetika.
  • agar siswa terampil menulis sastra.

2. Pembelajaran membaca sastra

Salah satu syarat untuk dapat memahami karya sastra dan membaca sastra dengan baik adalah mempunyai pengetahuan yang baik tentang sastra. Sasaran pembelajaran membaca sastra adalah pengembangan kompetensi yang berkaitan dengan hakikat membaca, hakikat sastra dan membaca sastra, teknnik memahami dan mengomentari karya sastra.

3. Pembelajaran menyimak sastra

Sasaran pembelajaran menyimak sastra adalah pengembangan kemampuan mendengarkan, memahami, dan menanggapi berbagai ragam wacana lisan. Sasaran lain adalah pengembangan kemampuan siswa dalam memahami pikiran, perasaan, dan imajinasi yang terkandung dalam karya sastra yang dilisankan.

4. Pembelajaran berbicara sastra

Kemampuan berbicara sastra merupakan kemampuan melisankan karya sastra yang berupa menuturkan, membawakan, dan membacakan karya sastra. Kemampuan tersebut merupakan salah satu indicator dari subkompetensi “menguasai ekspresi sastra dalam berbagai jenisdan bentuk”.

Cara terbaru Mengganti Icon Blog Address Bar

Untuk postingan kali ini, saya akan menjelaskan memberikan tips Cara terbaru Mengganti Icon Blog Address Bar. Mungkin sudah banyak yang membahas tentang ini, tapi tidak ada salahnya jika saya buat postingan ini sekedar berbagi kepada yang belum tahu. Oke, kita langsung saja ke langkah-langkahnya.

Ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Siapkan gambar berformat apa saja (gif, jpg, ico, dll) dengan ukuran 24x42 pixel atau 32x32 pixel yang jelasnya harus berukuran kotak.
  2. Login ke http://draft.blogger.com Anda atau klik di sini!
  3. Centang box tulisan "Make Blogger in Draft my deafult".
  4. Lihat menu di sebelah kiri, lalu pilih Layout. (Lihat gambar di bawah).
  5. Tunggu sampai muncul gambar seperti di bawah ini:
  6. Klik Favicon dan upload gambar yang telah Anda buat.
  7. Terakhir klik Save Arragerement.

Sekian tips Cara terbaru Mengganti Icon Blog Address Bar. Semoga bermanfaat!
Facebook Untuk Bayi dan Balita

Facebook Untuk Bayi dan Balita

Pembuat Facebook, Mark Zuckerberg, kembali melontarkan komentar yang kontroversial terkait layanan di jejaring sosial. Tahun lalu, ia menyebut privasi tak lagi terlalu penting. Kali ini, ia mengusulkan dihapuskannya pembatasan umur bagi pengguna Facebook. Artinya, bayi yang masih merah pun boleh membuat akun di Facebook.

Sebagaimana diketahui, umur minimal pegguna Facebook adalah 13 tahun. Namun, dari sebuah penelitian yang dirilis beberapa waktu yang lalu, terdapat 7,5 juta pengguna Facebook yang berada di bawah 13 tahun, umumnya 11 tahun. Tetapi, tentu hal ini tidak bisa dijadikan alasan untuk membuka keran bagi mereka yang berada di bawah usia 13 tahun tersebut. Anak-anak tentu belum bisa melindungi diri mereka dari berbagai hal yang menyangkut dunia orang dewasa yang mampir ke halaman Facebook-nya.

Mark Zuckerberg menyatakan idenya tersebut dalam sebuah kesempatan berpidato di California beberapa hari yang lalu. Menurutnya, ia memiliki filosofi bahwa untuk pendidikan diperlukan waktu memulai yang sangat muda. Oleh karena pembatasan itu membuat anak-anak di bawah usia 13 tahun tersebut belum bisa memulai hal tersebut. Dengan membiarkan mereka menggunakan Facebook, kita bisa melihat apa yang akan mereka kerjakan. Mark juga berjanji untuk membuat anak-anak aman di Facebook.

Tentu saja ada yang janggal dari alasan Mark Zuckerberg ini. Pertama, soal pendidikan. Tentu tidak bisa dianggap bahwa menggunakan Facebook sedari anak-anak dianggap sebagai sebuah pendidikan. Mengapa? Sebab, Facebook bukanlah ruang pendidikan. Facebook adalah media di mana lalu lintas informasi melalui update status, foto, bahkan video sangat tinggi. Sebagian besar dari informasi yang mengalir di Facebook ini adalah konsumsi orang dewasa, bukan anak-anak.

Kedua, soal keamanan. Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, keamanan akun pengguna Facebook sangat rendah. Privasi pengguna di Facebook sangat rendah, hampir-hampir tidak ada karena kebijakan privasi yang sangat longgar yang disebabkan oleh ketentuan privasi Facebook yang berbelit dan sangat panjang. Sebagian pengguna Facebook tentu sudah sangat akrab dengan spam, scam, dan berbagai URL yang mengarah kepada konten dewasa. Tentu akan sangat membahayakan jika anak-anak dibiarkan untuk melihat semua hal ini.

Masih terkait dengan soal keamanan, di Facebook tidak ada satu pun jaminan yang mengatakan bahwa semua pengguna Facebook akan berlaku baik. Artinya, terbuka sekali kemungkinan para penjahat, terutama predator anak-anak, untuk bisa mencari mangsa dengan diperbolehkannya anak-anak membuat akun di Facebook.

Ketiga, adanya peraturan yang melarang pengumpulan informasi dari anak-anak di bawah usia 13 tahun, yaitu Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA), yang ditandatangani menjadi undang-undang pada 21 Oktober 1998 dan dimodifikasi efektif pada 21 April 2000. Aturan ini berlaku untuk situs web komersial dan layanan online yang diarahkan untuk anak di bawah 13 tahun yang mengumpulkan informasi pribadi dari anak-anak. COPPA melarang tindakan tidak adil atau menipu atau praktik sehubungan dengan pengumpulan, penggunaan, atau pengungkapan informasi pribadi dari dan tentang anak-anak di internet.

Dengan tiga alasan di atas, cukup jelas bahwa ide penghapusan batasan umur pengguna Facebook ini merupakan ide yang cukup gila dari Mark Zuckerberg. Situs zdnet.com menyebut ide ini sebagai ide paling buruk dari orang sekaliber Mark Zuckerberg. Meskipun Facebook telah cukup berusaha memperbaiki keamanannya, hal ini bukanlah jaminan dan alasan untuk melegalkan penghapusan batasan umur pengguna Facebook.

Terkait dengan anak-anak atau remaja yang berumur lebih dari 13 tahun pun, orangtua tetap diimbau untuk memerhatikan keterlibatan anak di dalam Facebook. Hal ini karena, sekali lagi, Facebook menolong penggunanya untuk terkoneksi dengan teman mereka yang online, tetapi belum tentu semua yang online adalah teman dari pengguna. Untuk memonitor keterlibatan anak di Facebook, orangtua disarankan untuk melakukan langkah berikut ini.

1. Monitor akun Facebook anak

Orangtua harus terlibat dalam jalinan pertemanan anak. Ini penting agar bisa mengetahui apa yang dilakukan anak di Facebook. Kalau tidak bisa, misalnya untuk anak remaja SMA, awasilah mereka dari teman mereka. Hal ini dilakukan oleh 18 persen orangtua dalam sebuah survei tentang pengguna Facebook usia antara 13-17 tahun. Orangtua jangan berusaha membuat akun Facebook dengan memalsukan umur anak. Kalau anak telah membuat akun Facebok tanpa sepengetahuan, hapuslah akun tersebut atau mintalah Facebook untuk menghapusnya dengan mengisi laporan "Report an Underage Child" yang disediakan oleh Facebook.

2. Manfaatkan kontrol privasi

Sekitar satu dari lima pengguna dewasa aktif Facebook mengatakan, mereka tidak menggunakan kontrol privasi yang disediakan Facebook. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap ancaman. Kontrol privasi Facebook tidak dapat mencegah setiap pelanggaran, tetapi mereka cukup membantu dalam kadar tertentu. Orangtua harus mengatur kontrol privasi anak terhadap apa saja yang bisa dilihat oleh semua pengguna Facebook. Misalnya, foto siapa saja yang bisa melihat dan siapa saja yang bisa mengirim pesan.

3. Matikan Instant Personalization

Facebook telah menambahkan beberapa situs ke fitur Instant Personalization, yang secara otomatis akan memperoleh informasi mengenai karakteristik pengguna Facebook. Saya sangat menyarankan fitur ini untuk dimatikan agar profil pengguna Facebook tidak dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk kepentingan iklan dan lainnya.

Bagi orangtua, penting untuk mengetahui aktivitas anak di Facebook agar terhindar dari masalah yang timbul di kemudian hari, seperti penculikan anak dan lainnya. Facebook memang bermanfaat, tetapi hanya pada batas-batas tertentu. Akan lebih baik mencegah daripada tertimpa bencana.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2011/05/23/2030098/Batasan.Umur.Pengguna.Facebook.Akan.Dihapus

Kiat Menghapus Akun Facebook

Kemarin ada yang bertanya ke saya. "Gimana caranya menghapus akun facebook?" Nah, bagi Anda yang ingin menghapus akun FB karena merasa sudah bosan dengan Facebook. Berikut ini akan saya bagikan cara menghapus akun Facebook Anda. Silahkan ikuti langkah-langkahnya:

  1. Masuk dulu ke akun Facebook Anda.
  2. Buka tab baru (tekan CTRL + T) dan copy paste link berikut:
    http://www.facebook.com/help/contact.php?show_form=delete_account
  3. Anda akan dibawa ke halaman seperti gambar di bawah. Klik KIRIM.

  4. Selesai. Anda tinggal menunggu sampai admin Facebook menghapus akun Anda.

Penting: Jangan membuka akun Facebook Anda sebelum dua minggu. Jika Anda membuka sebelum dua minggu, artinya akun Facebook Anda akan aktif kembali.

Sekian, semoga bermanfaat. Selamat mencoba!!!
11 Golongan yang Selalu Didoakan oleh Malaikat

11 Golongan yang Selalu Didoakan oleh Malaikat

  1. Orang yang tidur dalam keadaan suci.
    Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu itu kerana tidur dalam keadaan suci.”
  2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
    Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.’”
  3. Orang yang berada di shaf depan shalat berjamaah.
    Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat atas (orang) yang berada pada shaf depan.”
  4. Orang yang menyambung shaf pada shalat berjamaah.
    Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bersalawat kepada orang yang menyambung shaf.”
  5. Orang yang mengucapkan “amin” ketika seorang imam selesai membaca surat Al-Fatihah.
    Para malaikat mengucapkan “amin” ketika seorang imam selesai membaca surat Al-Fatihah. Rasulullah Saw bersabda: “Jika seorang imam membaca Al-Fatihah hingga selesai, ucapkanlah olehmu “aamiin” karena barang siapa yang ucapannya itu bersamaan dengan ucapan malaikat, maka akan diampuni dosanya yang lalu.”
  6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
    Rasulullah Saw bersabda: ”Para malaikat akan selalu bersalawat kepada salah seorang di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat, di mana ia melakukan shalat.”
  7. Orang yang melakukan shalat Subuh dan Ashar secara berjamaah.
    Rasulullah Saw bersabda: “Para malaikat berkumpul pada saat shalat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat Asar) naik (ke langit), sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: “Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?” Mereka menjawab: ”Kami datang saat mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka saat mereka sedang melakukan shalat, ampunilah mereka pada hari kiamat.”
  8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
    Rasulullah S.a.w bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Di kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu akan berkata “aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”
  9. Orang yang berinfak.
    Rasulullah S.a.w bersabda: ”Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak…”
  10. Orang yang sedang makan sahur.
    Rasulullah S.a.w bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat kepada orang yang sedang makan sahur.”
  11. Orang yang menjenguk orang sakit.
    Rasulullah S.a.w bersabda: “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bersalawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga subuh.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selalu didoakan oleh malaikat. Amin!

Teori Semiotika

Semiotika, istilah yang agak sulit dikategorikan, apakah suatu ilmu tersendiri ataukah hanya sekedar bidang kajian. Analisis semiotika yaitu analisis tentang tanda dan terbentuknya tanda.sesuatu disebut sebagai tanda selama ia mambawa atau merepresentasikan makna tentang suatu objek. Tanda-tanda memungkinkan kita berfikir, berhbungan dengan orang lain, dan memberi makna pada apa yang ditampilkan pada alam semesta (Zoest, 1996).

Semiotika adalah studi yang mempelajari tenteng tanda atau cara beradanya tanda (mode of signification). Menurut Zoest (1992), semiotika adalah studi tentang tanda dan segala yang berhungan dengannya: cara berfungsinya, hubunganya dengan tanda-tanda lain, pengirimannya, dan penerimaanya oleh mereka yang mempergnakannya.

semiotik2


Kajian semiotika berawal dari segala hal yang bisa dimaknai, maka dari itu bisa ditandai, oleh manusiasebagai makhluk yang berfikir (animal rationale) dan makhluk yang mampu manandai (animal symbolicum).sebuah tanda adalah entitas yang menandakan (signifies) ata mewakili entitas yang lain. Tanda juga bisa diartikan sebagai sesuatu yang menggantikan (stand for) sesuatu yang lain bagi manusia dalam kapasitas tertentu.

Pierce mendefinisikan tanda sebagai segala sesatu yang mamp mawakili sesuatu yang lain. Definisi tanda menurut Pierce dibangun diatas pendekatan triadic. Tanda terbentuk atas tiga pemungsi tanda yaitu Representatement, Semiotic Object, dan Interpretant. Representatement adalah object concret yang dapat diamati oleh panca indra. Semiotic Object adalah abstraksi atau concept seseorng mengeni suatu objek. Interpretant adalah pemahaman seseorang mangenai hubungan antara Representatemen dan Semiotic Objek.

Teori tanda menurut Saussure (1857-1913) yang ia sebut semiologi. Konsep Saussure disebut diadik karena teorinya dibangnoleh dua pemungsi tanda yaitu signifier (penanda) dan signified (petanda). Makna dalam system tanda merupakan salah sat komponem yang bersifat abstrak.pemaknaan selalu didasarkan pada paradigma, pemikiran, pengetahan, interest, atau kltur yang dimiliki oleh interpreter. Setiap tanda selalu mengandung sebuah makna.

Konsep tentang makna menurut Pierce, yaitu: (1) konsep atau pengetahuan yang kita miliki tentang suatu objek tidak bersifat absolute.konsep hanya bersifat pemikiran (Merrel in Cobey, 2001, Hal, 28); (2) sut objek mungkin tetap tak mngkin berubah, sementara makna kata itu mungkin berubah bagi kita kalau ada perubahan pengetahuan tentang objek itu, atau perubahan perasaan kita terhadap objek itu (Ullmann, 1977; Hal.67); (3) makna tidak hanya berada pada tataran psikologis, tapi berada pula pada tataran social komunikasi yang melibatkan factor konstekstual.
Dalam kajian teori tanda, makna kontekstal menganggap makna satu tanda sebagai fungsi hubungannya dengan tanda lain dalam konteksnya ( Noth, 1995;Hal. 100).berkaitan dengan makna pragmatic, konteks penggunaan suatu kata atau kalimat ditentukan oleh factor sitasional separti the role of participants, discourse, time, dan intention.

Denotatif-konotatif adalah proses signifikasi yang terus menerus dalam proses semiosis yang tak berkesudahan (Eco, 1976 ; Hal. 79). Denotasi merujuk kepada makna primer suatu objek yang digambarkan sedangkan konotasi merujuk kepada kualitas yang memberikan nilai suplementer kepada objek.makna konotatif menambahkan kualitas, ekstensi makna, dan sifat baru sehingga objek tidak sekedar memilki makna apa adanya. Denotasi merpakan intense yang mementingkan kualitas internal sedangkan konotatif menentukan kualitas ekstensional satu objek sehingga ia dimaknai dan ditampilkan lebih dari batas eksistensinya.
Download Gratis Proposal dan Skripsi

Download Gratis Proposal dan Skripsi

Download Gratis Skripsi dan Proposal:
  1. Proposal Bahasa dan Sastra Indonesia
    • SIRIK NA PACCE DALAM TEKS DRAMA BULAN TERPASUNG KARYA KUSUMA JAYA DOWNLOAD
    • NILAI RELIGIUS YANG TERDAPAT DALAM NOVEL MAHABBAH RINDU KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DOWNLOAD
    • NILAI POLITIK SYAIR LAGU SURAT BUAT WAKIL RAKYAT KARYA IWAN FALS DOWNLOAD
    • Nilai-nilai yang terkandung dalam Novel Kutahu Matiku Karya Nwi Palupi (sebuah analisis berdasarkan pendekatan religius) DOWNLOAD
    • NILAI-NILAI RELIGIUS YANG TERDAPAT DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DOWNLOAD
  2. Proposal Matematika
    • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Problem Posing dengan Setting Kooperatif pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Barombong Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa_2 DOWNLOAD
    • Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui Pendekatan Problem Solving pada Siswa Kelas VII3 SMP DOWNLOAD
    • PENERAPAN PENDEKATAN CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 6 MAKASSAR DOWNLOAD
    • Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII A SMP Muhammadiyah 11 Makassar DOWNLOAD
    • Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Problem Posing dengan Setting Kooperatif pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Barombong Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa DOWNLOAD
  3. Proposal PGSD
  4. Proposal Komputer
    • KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT DENGAN MEMANFAATKAN PERANGKAT LUNAK MACROMEDIA FLASH PROFESIONAL 8 DOWNLOAD
Jenis-Jenis Membaca

Jenis-Jenis Membaca

Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. Ditinjau dari segi terdengar tidaknya suara si pembaca pada waktu membaca, membaca dapat dibagi atas membaca dalam hati, serta membaca bersuara atau membaca nyaring.. Dilihat dari sudut cakupan bahan bacaan yang dibaca, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca ekstensif dan membaca intensif. Dilihat dari tujuan kedalamannya atau levelnya, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca literer, membaca kritis, dan membaca kreatif.

A. Membaca Nyaring dan Membaca dalam Hati

Membaca nyaring merupakan proses mengkomunikasikan isi bacaan (dengan nyaring) kepada orang lain. Karena tujuan utamanya mengkomunikasikan isi bacaan, maka si pembaca bukan hanya dituntut harus mampu melafalkan dengan suara nyaring lambing-lambang bunyi bahasa saja, melainkan juga dituntut harus mampu melakukan proses pengolahan agar pesan-pesan atau muatan makna yang terkandung dalam lambing-lambang bunyi bahasa tersebut dapat tersampaikan secara jelas dan tepat oleh orang-orang yang mendengarnya. Dengan demikian, jelaslah bahwa proses membaca nyaring sesungguhnya bukanlah hal yang mudah. Soedarso (1998:18) mengatakan bahwa saya membaca nyaring lebih sulit dibandingkan dengan membaca dalam hati.

Kesulitan membaca nyaring juga dapat dilihat dari tingkat keterlibatan organ-organ tubuh yang turut beraktivitas. Membaca dalam hati hanya menggunakan ingatan visual. Dalam hal ini yang aktif adalah mata (pandangan atau penglihatan dan ingatan). Membaca nyaring selain penglihatan dan ingatan turut juga aktif ingatan pendengaran dan ingatan yang bersangkutan dengan otot-pt ot. Oleh karena itu, untuk mendapatkan keterampilan membaca jenis ini sangat mutlak diperlukan adanya proses latihan secara terencana dan sungguh-sungguh dibawa asuhan guru-guru yang professional.

Tujuan akhir yang diharapkan dari membaca nyaring adalah kefasihan: mampu menggunakan ucapan yang tepat, membaca dengan jelas dan tidak terbata-bata, membaca dengan tidak terus-menerus melihat pada bahan bacaan, membaca dengan menggunakan intonasi dan lagu yang tepat.
Membaca dalam hati atau membaca diam, memang tidak ada suara yang keluar, yang aktif bekerja adalah mata dan otak saja, Tampubolon (1998:21).

Ikhwal diamnya alat ucap ini saat melakukan membaca dalam hati perlu perlu dicermati oleh guru, sebab hingga saat ini masih banyak siswa saat mereka membaca dalam hati, tetapi pada saat yang sama alat ucap mereka turut aktif. Misalnya, membaca sambil bersuara seperti berbisik, atau dengan bibir bergerak-gerak, atau membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan, atau membaca sambil menunjuk baris bacaan dengan jari, pensil, atau alat ucap lainnya. Hal-hal semacam ini secara perlahan harus segera dihilangkan karena akan menghambat lancarnya membaca dalam hati.

B. Membaca Ekstensif dan Membaca Intensif

Membaca ekstensif merupakan membaca yang dilakukan secara luas. Pada siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan dalam hal memiliki baik jenis maupun lingkup bahan-bahan bacaan yang dibacanya. Program membaca ini sangat besar manfaatnya dalam memberikan aneka pengalaman yang sangat luas kepada para siswa yang mengikutinya.

Membaca ekstensif meliputi tiga jenis membaca yakni:

1. Membaca Survey

Membaca survey adalah sejenis kegiatan membaca dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum ikhwal isi serta ruang lingkup dari bahan bacaan yang hendak dibaca. Oleh karena itu, dalam perakteknya pembaca hanya sekedar melihat atau menelaah bagian bacaan yang dianggap penting saja. Misalnya, judul, nama pengarang beserta pidatonya, judul, bab serta sub-sub bab, daftar indeks atau daftar buku-buku rujukan yang dipergunakannya. Dengan demikian membaca survey bukanlah membaca sebenarnya. Jadi, dapat dikatakan semacam kegiatan prabaca.

2. Membaca Sekilas

Membaca sekilas atau membaca Skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan memperhatikan bahan tertulis untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat (Tarigan, 1990:32).
Soedarso (1998:32) mendefinisikan skimming sebagai keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien.

3. Membaca Dangkal

Membaca dangkal pada dasarnya merupakan kegiatan membaca untuk memperoleh pemahaman yang dangkal atau tidak terlalu mendalam dari bahan bacaan yang dibaca. Membaca jenis ini biasanya dilakukan bila pembaca bermaksud untuk mencari kesenangan atau kebahagiaan. Oleh karena itu, jenis bacaannya pun betul-betul merupakan jenis bacaan ringan.. Misalnya, majalah, novel, cerpen dan sebagainya. Membaca dangkal ini dilakukan dengan santai.

C. Membaca Intensif

Membaca intensif, merupakan program kegiatan membaca yang dilakukan secara saksama. Dalam membaca ini, para siswa hanya membaca satu atau beberapa pilihan dari bahan bacaan yang ada. Program membaca intensif merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan dan mengasah kemampuan membaca secara kritis.

Jenis membaca intensif antara lain:

1. Membaca Teliti

Membaca ini bertujuan untuk memahami secara detail gagasan yang terdapat dalam terks bacaan tersebut untuk melihat organisasi penulisan atau pendekatan yang digunakan oleh si penulis.
Pembaca dalam hal ini selain dituntut untuk dapat mengenal dan menghubungkan kaitan anatara gagasan yang ada, baik yang terdapat dalam kalimat maupun maupun dalam setiap paragraf.

2. Membaca Pemahaman

Menurut Tarigan (1986:56) membaca pemahaman merupakan sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami standar-standar atau norma-norma kesastraan, resensi kritis, drama tulis, serta pola-pola fiksi.

3. Membaca Kritis

Membaca kritis adalah sejemis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan.

4. Membaca Ide

Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang bertujuan untuk mencari, memperoleh serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat dalam bacaan. Menurut Tarigan (1986:56) membaca idemerupakan kegitan membaca yang bertujuan untuk mencari jawaban atau pertanyaan berikut dari suatu bacaan: (a) mengapa hal itu merupakan judul atau topik yang baik; (b) masalah apa saja yang dikupas atau dibentangkan dalam bacaan tersebut; (c) hal-hal apa yang dipelajari dan yang dilakukan oleh sang tokoh.

5. Membaca Bahasa Asing

Membaca bahasa asing pada tataran yang lebih rendah umumnya bertujuan untuk memperbesar daya kata dan untuk mengembangkan kosakata, dalam tataran yang lebih luas tentu saja bertujuan untuk mencapai kefasihan.

6. Membaca Sastra

Membaca sastra merupakan kegiatan membaca karya sastra, baik dalam hubungannya dengan kepentingan apresiasi maupun dalam hubungannya dengan kepentingan studi dan kepentingan pengkajian.

D. Membaca Literal, Kritis dan Kreatif

Membaca literal meruapakan kegiatan membaca sebatas mengenal dan menangkap arti yang tertera secara tersurat. Artinya pembaca hanya berusaha menangkap informasi yang terletak secara literal dalam bacaan dan tidak berusaha menangkap makna yang lebih dalam lagi, yakni makna yang tersirat.

Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari kesalahan belaka. Dengan membaca kritis pembaca akan dapat mencamkan lebih lama terhadap apa yang dibacanya dan dia pun akan empunyai kepercayaan diri yang lebih mantap daripada kalau dia membaca tanpa usaha berpikir kritis.

Membaca kritis merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan penilaian yang adil dan bijaksana. Menurut Harras (1998:45) untuk dapat melakukan kegitan membaca kritis, ada empat macam persyaratan pokok, yaitu: (1) pengetahuan tentang bidang ilmu yang disajikan dalam bahan bacaan yang sedang dibaca; (2) sikap bertanya dan sikap menilai yang tidak tergesa-gesa; (3) penerapan berbagai metode analisis yang logis atau penelitian ilmiah; (4) tindakan yang diambil berdasarkan analisis atau pemikiran tersebut.

Membaca kreatif merupakan proses membaca untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang baru yang terdapat dalam bacaan lewat jalan mengidentifikasi ide-ide yang menonjol atau mengkombinasikan pengetahuan yang sebelumnya pernah didapatkan.

Dalam proses membaca kreatif, pembaca dituntut untuk mencermati ide-ide yang dikemukakan oleh penulis kemudian membandingkannya dengan ide-ide yang sejenis yang mungkin saja berbeda-beda, baik berupa petunjuk, aturan, atau kiat-kiat tertentu. Selain itu, kemampuan membaca kreatif merupakan tingkatan tertinggi dari kemampuan membaca seseorang.

Menurut Harras (1998:49) pembaca dapat dikatakan pembaca kreatif andaikan memenuhi kreteria berikut: (1) Kegiatan membaca tidak berhenti sampai pada saat menutup buku; (2) mampu menerapkan hasil untuk kepentingan hidup sehari-hari; (3) munculnya perubahan sikap dan tingkah laku setelah proses membaca selesai; (4) hasil membaca berlaku sepanjang masa; (5) mampu menilai secara kritis dan kreatif bahan-bahan bacaan; (6) mampu memecahkan masalah kehidupan sehari-hari berdasarkan hasil bacaan yang tekah dibaca.
Membuat Search Engine Menarik dan Cantik

Membuat Search Engine Menarik dan Cantik

Selamat Bertemu Kembali. Mau cerita dulu tapi tidak punya bahan. Langsung saja ke isi tulisannya supaya tidak bosan bacanya. Oke!!!

Sebenarnya inti dari tulisan ini bukan sesuatu yang baru karena fitur ini sudah disediakan oleh pihak BLOGGER. Tapi, bagi yang ingin memiliki fitur tersebut dengan tampilan yang unik, bisa memakainya. Fitur yang saya maksudkan adalah kotak Search Engine.

Cara membuatnya seperti berikut. Untuk cara pertama ini, tinggal copy paste saja ke sidebar/widget blog Anda. Kode di bawah ini adalah kode standar. Artinya, tampilannya adalah tampilan umum (tampilan biasa saja).

Perhatikan kode berikut:

<form action="http://nama-blog.blogspot.com/search"
method="get"><input class="textinput" name="ian" size="25" type="text"/> <input value="Search" class="buttonsubmit" name="submit" type="submit" />
</form>

Kode di atas akan menghasilkan seperti ini.



Agar bervariasi, bisa menambahkannya dengan latar gambar. Lihat contohnya.

<div style="border: 4px groove green; background-image: url(https://lh3.googleusercontent.com/_QeIxO28ukBc/TZLjW_tRnmI/AAAAAAAAALY/pA6d3PspvXo/385512.jpg); width: 350px; padding:15px 15px 0 15px;">
<form action="http://nama-blog.blogspot.com/search"
method="get"><input class="textinput" name="ian" size="25" type="text"/> <input value="Search" class="buttonsubmit" name="submit" type="submit" />
</form></div>

Kode di atas akan menghasilkan kotak Search seperti di bawah.


Catatan: Tulisan berwarna kuning ganti dengan alamat blog Anda, sedangkan tulisan berwarna merah ganti dengan apa saja sesuai dengan keinginan Anda.

Untuk cara yang kedua, dengan memasukkan langsung ke dalam kode HTML blog Anda.

Caranya, yaitu:
  1. Login ke akun Anda.
  2. Pada halaman DASBOR, klik PENGATURAN.
  3. Klik EDIT HTML.
  4. Silahkan copy kode berikut ke tempat di mana Anda akan menyimpannya.

<form action='/search' class='cariform' method='get'>
<input class='carifield' id='q' name='q' onblur='if (this.value == "") {this.value = "Cari Artikel di Sini . . . .";}' onfocus='if (this.value == "Cari Artikel di Sini . . . .") {this.value = ""}' type='text' value='Cari Artikel di Sini . . . .'/>
<input class='caributton' type='submit' value='Cari' />
</form>

Langkah selanjutnya, Anda membuat kode CSS-nya biar tampilannya menarik. Letakkan kode berikut ini di atas kode ]]></b:skin>.

/*- Pencarian -*/
.cariform {
display: inline-block;
zoom: 1; /* ie7 hack for display:inline-block */
*display: inline;
border: solid 1px #5e6366;
padding: 3px 5px;
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
border-radius: 2em;
-webkit-box-shadow: 0 1px 0px rgba(0,0,0,.1);
-moz-box-shadow: 0 1px 0px rgba(0,0,0,.1);
box-shadow: 0 1px 0px rgba(0,0,0,.1);
background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#fff), to(#ededed));
background: -moz-linear-gradient(top, #fff, #ededed);
filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#ffffff', endColorstr='#ededed'); /* ie7 */
-ms-filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#ffffff', endColorstr='#ededed'); /* ie8 */
}
.cariform input {
font: normal 12px/100% Arial, Helvetica, sans-serif;
}
.cariform .carifield {
background: #DBDBDB url(E:/Wallpaper/Desain Ian/bukutrans.png);
padding: 7px 6px 5px 8px;
width: 240px;
border: solid 1px #bcbbbb;
outline: none;
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
border-radius: 2em;
-moz-box-shadow: inset 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
-webkit-box-shadow: inset 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
box-shadow: inset 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
}
.cariform .caributton {
color: #000;
border: solid 1px #494949;
font-size: 14px;
font-weight: bold;
height: 28px;
width: 45px;
text-shadow: 0 1px 1px rgba(0,0,0,.6);
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
border-radius: 2em;
background: #ccc;
background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#9e9e9e), to(#454545));
background: -moz-linear-gradient(top, #9e9e9e, #454545);
filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#9e9e9e', endColorstr='#454545'); /* ie7 */
-ms-filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#9e9e9e', endColorstr='#454545'); /* ie8 */
}

Setelah itu, simpan template Anda. Selesai dan lihat hasilnya. Demikian cara membuat kotak Search Engine pada blog. Sampai bertemu kembali pada postingan berikutnya.
Membuat Daftar Link Text Unik (Modif)

Membuat Daftar Link Text Unik (Modif)

Pada postingan ini, saya memberikan alternatif kode Daftar Link Text sesuai abjad dengan scrool. Mulai dari A, B, C, D,..., dan seterusnya sampai Z. Daftar ini bisa di pasang pada sidebar dan juga bisa langsung memasangnya pada postingan Anda. Untuk demonya, bisa di lihat DI SINI. Langsung saja ke kodenya, oke!!!

  1. Seperti biasa, silahkan login ke akun Anda.
  2. Klik Rancangan dan Tambah Gadget jika ingin memasangnya pada sidebar blog Anda.
  3. Copy kode berikut ke dalamnya.
  4. <style type="text/css"> #ir211208{background:#F2F2F2;color:#000;margin:0;border:3px double #000;width:95%;height:263px;padding:5px;overflow:auto;font-family:trebuchet ms;font-size:13px;box-shadow: 0px 0px 5px #000;-webkit-box-shadow: 0px 0px 5px #000;-moz-box-shadow: 0px 0px 5px #000;margin-top:5px} #exchange{width:100%;height:234px;overflow:auto;border:1px inset #fff} #judul{padding:3px 0 0;background:url(https://lh3.googleusercontent.com/-QLwSQyncLHA/THqObwSJGqI/AAAAAAAAAE8/zBFZechF_CI/back.jpg) maroon;height:25px;color:#fff;font-size:14px;font-weight:bold} .area{border:none;margin:10px 0 0;padding:5px 0 5px;} .bottom{padding:0;margin:0} .bottom1{text-align:left;font-size:11px;padding:7px 0px 0px 0px;border:none;float:left} .bottom2{text-align:right;font-size:11px;padding:7px 0px 0px 0px;border:none;float:right} </style> <div id="ir211208"> <div id="exchange"><center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; A &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://www.ilmublog.co.cc" target="new" title="Anak Pesisir">Anak Pesisir</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; B &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; C &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; D &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; E &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; F &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; G &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; H &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; I &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; J &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; K &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; L &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; M &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; N &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; O &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; P &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; Q &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; R &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; S &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; T &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; U &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; V &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; W &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; X &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; Y &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center> <center><div class="area"><div id="judul"><marquee scrollamount="2">&gt;&gt; Z &lt;&lt;</marquee></div> <a href="http://ALAMAT BLOG.com" target="new" title="JUDULNYA">Nama Blog/Nama Pemilik Blog</a> </div></center></div> <div class="bottom"> <div class="bottom1">Mau widget ini? Klik <a href="http://www.ilmublog.co.cc/2011/06/membuat-daftar-link-text-unik-modif.html" target="_blank">di sini &gt;&gt;</a></div> <div class="bottom2">Desain by: <a href="http://www.ir-ipass.blogspot.com" target="_blank">Ian Konjo</a></div> </div></div>
  5. Silahkan beri judul dan klik Save.

Catatan:
- Tolong jangan menghapus link Blog saya (Anak Pesisir).
- Ganti tulisan berwarna MERAH TERANG dengan URL Blog teman Anda.
- Tulisan berwarna KUNING ganti dengan nama blog teman Anda.
- Warna HIJAU Anda ganti dengan Nama Blog/Nama Pemilik BLog teman.

Ok!! Sekian artikel Membuat Daftar Link Text Unik (Modif) sesuai Abjad dengan scrool.
Link-Link Penting Untuk para Blogger

Link-Link Penting Untuk para Blogger

Bagi Anda para blogger yang ingin mengecek keadaan blog/website, Anda bisa memanfaatkan link-link di bawah ini.
  1. Feed Validator (http://www.feedvalidator.org). Ini bisa Anda gunakan untuk melakukan cek pada RSS blog Anda atau pada feed atom blog Anda.
  2. About Us (http://www.aboutus.org). About Us secara dinamis menciptakan halaman dari informasi yang dapat diakses publik pada situs web/blog, seperti Meta Tag dan Informasi Who is.
  3. Copy Scape (http://www.copyscape.com). Copy Scape didedikasikan untuk membantu melindungi konten blog Anda dan dapat digunakan untuk mencari duplikat konten Anda di web/blog lain.
  4. Pre Checker (http://www.prchecker.info). Pre Checker ini dapat digunakan untuk mengecek Pagerank web/blog Anda.
  5. Alexa (http://www.alexa.com). Yang satu ini, pasti Anda sudah tahu, yaitu untuk mengecek informasi Alexa Ranking web/blog Anda.
  6. Backlink Watch (http://www.backlinkwatch.com). Untuk mengecek jumlah backlink pada web/blog Anda.
  7. Website Outlook (http://www.websiteoutlook.com) berguna untuk mengecek harga jual web/blog Anda.
  8. Validator (http://validator.w3.org). Untuk memeriksa validitas dokumen web/blog dalam HTML, XHTML, SMIL, MathML, dan sebagainya.
  9. Whois (http://www.whois.net), Untuk mengecek pemilik suatu web/blog.

Selamat mencoba dan semoga sukses!!!
Membuat Buku Tamu Menarik

Membuat Buku Tamu Menarik

Tutorial ini masih berhubungan dengan postingan saya Membuat Garis Tepi Gambar Berdisko. Buku tamu menarik yang saya maksud adalah buku tamu melayang yang merupakan widget shoutmix atau cbox tersembunyi di sisi kiri blog dan ditampil jika diklik. Contohnya bisa Anda lihat di sebelah kiri blog kesayangan saya ini.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut:
  1. Login ke akun blogger Anda.
  2. Pilih Rancangan, lalu Tambah gadget HTML/Javascript.
  3. Masukkan script berikut ke dalam gadget HTML/javascript tersebut:

    <style type="text/css">
    #gb{
    position:fixed;
    right:450px;
    z-index:+1000;
    }
    #tabGb {
    position:fixed;_position:relative;top:35px; left:0;
    clip:inherit;
    _top:expression(document.documentElement.scrollTop+
    document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollright+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
    * html #gb{position:relative;}

    .gbcontent{
    float:left;
    border:4px solid #fff;
    background:#666;
    -moz-border-radius:8px;
    -webkit-border-radius:8px;
    padding:3px;
    }

    </style>
    <script type="text/javascript">
    function showHideGB(){
    var gb = document.getElementById("gb");
    var w = gb.offsetWidth;
    gb.opened ? moveGB(0, 1500-w) : moveGB(20-w, 0);
    gb.opened = !gb.opened;
    }
    function moveGB(x0, xf){
    var gb = document.getElementById("gb");
    var dx = Math.abs(x0-xf) > 25 ? 35 : 1;
    var dir = xf>x0 ? 1 : -1;
    var x = x0 + dx * dir;
    gb.style.top = x.toString() + "px";
    if(x0!=xf){setTimeout("moveGB("+x+", "+xf+")", 10);}
    }
    </script>
    <div id="gb">

    <div class="gbcontent">

    <!-- LETAKKAN KODE SHOUTBOX ANDA DI SINI! -->

    <center><a href="javascript:void(0);" onclick="showHideGB()"><input type="button" value="Tutup Buku Tamu" class="close" /></a>

    </center></div>
    </div>
    <script type="text/javascript">
    var gb = document.getElementById("gb");
    gb.style.top = (-400-gb.offsetWidth).toString() + "px";
    </script>

    <div id="tabGb"><a href="javascript:void(0);" onclick="showHideGB()" title="Buku Tamu"><img alt="Buku Tamu" heigth="200" src="https://lh6.googleusercontent.com/-5xIKP5LeYb4/TilQwZ7LEqI/AAAAAAAAAJQ/Jr3oC90pA28/IKB.png" id="flash0" class="flashgroup" /></a></div>


    <style type='text/css'>
    img.flashgroup {border:5px solid white;}
    </style>

    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[

    /*
    Script By http://www.javascriptkit.com/script/script2/flashimage.shtml
    */

    //Warna garis yang berkelap-kelip
    var flashcolor="#00FF00"
    //Kecepatan garis berkelap-kelip (semakin rendah, semakin cepat)
    var speed=150

    /////No need to edit below here////
    var curborder=new Array()
    var increment=0
    var flashobject=new Array()

    if (document.all||document.getElementById){
    while (document.getElementById("flash"+increment)!=null){
    flashobject[increment]=document.getElementById? document.getElementById("flash"+increment).style : eval("document.all.flash"+increment+".style")
    curborder[increment]=0
    increment++
    }
    }


    function flash(which){
    if (curborder[which]==1){
    flashobject[which].borderLeftColor=flashcolor
    flashobject[which].borderBottomColor=flashobject[which].borderRightColor
    }
    else if (curborder[which]==2){
    flashobject[which].borderTopColor=flashcolor
    flashobject[which].borderLeftColor=flashobject[which].borderBottomColor
    }
    else if (curborder[which]==3){
    flashobject[which].borderRightColor=flashcolor
    flashobject[which].borderTopColor=flashobject[which].borderLeftColor
    }
    else if (curborder[which]==4){
    flashobject[which].borderBottomColor=flashcolor
    flashobject[which].borderRightColor=flashobject[which].borderTopColor
    }

    if (curborder[which]<=3)
    curborder[which]++
    else
    curborder[which]=1
    }

    if (document.all||document.getElementById){
    for (z=0;z<flashobject.length;z++){
    var temp='setInterval("flash('+z+')",'+speed+')'
    eval(temp)
    }
    }

    //]]>
    </script>
  4. Simpan Gadgetnya dan selesai.

Penting: Perhatikan script yang saya beri warna. Tulisan berwarna kuning harus Anda ganti dengan kode shoutbox/chatbox Anda. Yang berwarna merah ganti dengan URL gambar yang terletak di sisi blog Anda. Tulisan yang berwarna hijau ganti dengan warna kelap-kelip gambar di samping blog Anda dan angka 150 ganti sesuai selera Anda.
Deklarasi Bone (1460 Masehi)

Deklarasi Bone (1460 Masehi)

Deklarasi Bone dibuat oleh putra-putri Mangkau Bone pertama yang bernama “Mattasi LompoE Manurunge ri Matajang, yaitu: “La Palangki Arung Palakka (pria) mewakili Bone Bugis, I-TabittoEng (wanita) mewakili Balanipa Mandar dan I-Resari (wanita) mewakili Gowa Makassar.

Deklarasi ini berisi lima poin yang mengandung pesan-pesan untuk saling menghormati dan menghargai karena mereka saudara. Isi lengkapnya seperti di bawah ini:
  1. “Bone Bugis, Balanipa Mandar, Gowa Ma’asar sittengani apa’ malluluarei. (setelah Islam masuk di sulawesi Selatan materinya ditambah “apa’ sangngi umma’nai Nabi Muhammad S. A. W”).
  2. “Iyakiya tassi para’ barang-barang, tassi pasiri’, tassi sara’dasi, tassipolong taji, tassipolong tajeng”.
  3. “To Mandar anna To Gowa tama di Bone, To Bonemitu’u; To Mandar anna To Bone dai di Gowa, To Gowami tu’; To Bone anna To Gowa naung di Mandar, To Mandarmi tu’u”.
  4. “Iyanna To Gowa-To Mandar tama di Bone sawa’ riopa’mai da mambawa gopai gong, ganrang, keke, nanunnapa To Bone napake. Tettopa To Bone-To Gowa naung ri Mandar, tettopa pole’ To Mandar-To Bone dai’ di Gowa”.
  5. “Iyanna To Bone-To Mandar dai’i di Gowa sawa’nalambai siola mammusu’ da mambawa bopai bandera siola ewangang, banderanapa Gowa dipalelo siola ewangannapa To Gowa nipake. Tettopa To Gowa-To Mandar tama di Bone, tettopa pole To Bone-To Gowa naung di Mandar”.
  6. (Sumber utama: Lontar Mandar, informasi dari Maradiah H. Andi Depu, Andi Sinrang).

Artinya:
  1. “Bone Bugis, Balanipa Mandar, Gowa Makassar, sama dan sederajat karena mereka bersaudara”.
  2. “Tetapi tidak boleh saling mengambil barang-barang, tidak boleh saling mempermalukan, tidak boleh saling menghianati, saling bantu membantu dalam pembangunan dan saling memberikan kelonggaran”.
  3. “Orang Mandar dan orang Gowa pergi ke Bone, orang Bonelah dia; orang Mandar dan orang Bone pergi ke Gowa, maka orang Gowalah dia; orang Gowa dan orang Bone Ke Mandar, maka orang Mandarlah dia”.
  4. “Jika orang Mandar dan orang Gowa pergi ke Bone karena urusan kegembiraan, tidak usah membawa alat-alat musik nanti alat-alat musik Bone yang digunakan; sama halnya orang Bone dan orang Gowa yang ke Mandar, begitu pula terhadap orang Bone dan orang Mandar yang ke Gowa”.
  5. “Jika orang Mandar dan orang Bone pergi ke Gowa karena akan pergi berperang bersama-sama, tidak usah membawa bendera dan bedil, nanti bendera orang Gowa yang dikibarkan dan bedil Gowa yang digunakan. Begitu terhadap orang Gowa dan orang Mandar yang ke Bone, dan terhadap orang Bone dan orang Gowa yang ke Mandar”.

    Deklarasi Bone bersila 5 ini dijalankan sejak tahun 1460 Masehi dan terganggu sedikit di tahun 1611 saat Raja Gowa I-Manga’rangi Daeng Manrabia Sultan Alauddin Tumenanga ri Gaukanna (kira-kira tahun 1593-1693) ingin menerapkan agama Islam di Bone yang puncak terganggunya setelah Belanda datang di Sulawesi Selatan.

    Referensi: Buku Mengenal Mandar Sekilas Lintas (III) yang ditulis oleh Andi Syaiful Sinrang terbitan tahun 1995-1996.